Merespons kebutuhan global, Unpad membuka Program Studi Bisnis Digital dan Aktuaria.

Daerah

Unpad Akan Cetak Ahli Teknologi Digital


BANDUNG – Perkembangan teknologi informasi dilirik betul Universitas Padjadjaran Bandung, Jawa Barat. Pada tahun akademik 2018/2019, Universitas Padjadjaran akan membuka program studi Bisnis Digital pada Fakultas Ekonomi.

Prodi Bisnis Digital dinilai memiliki kekuatan pada pembelajaran bisnis dengan menggunakan teknologi digital. Prodi ini dikembangkan untuk mempersiapkan sumber daya manusia di bidang penguasaan start up digital, market place, big data, hingga artificial intelligence.

Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Tri Hanggono Achmad mengatakan, bagi Unpad, pengembangan prodi ini dilakukan sebagai implementasi teknologi digital perguruan tinggi. Para pengajar disiapkan tidak hanya dari FEB. Tetapi, juga lintas sektor keilmuan.

“Seperti dari Fakultas Hukum terkait bidang implementasi Undang-undang ITE, Fakultas Ilmu Komunikasi, hingga dari prodi Teknik Informatika,” katanya.

Ia mengatakan, Unpad juga akan memperluas kerja sama dengan praktisi bisnis yang sudah bergerak di bidang bisnis digital. Untuk tahun akademik 2018/2019, prodi bisnis digital pertama di Indonesia ini dibuka dengan daya tampung 40 mahasiswa. Pendaftaran untuk prodi ini dibuka melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Selain itu, Unpad juga membuka prodi Aktuaria pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Dua prodi ini dibuka untuk menjawab tantangan menghadapi perubahan global saat ini. Sesuai dengan amanat Presiden dalam Dies Natalis ke-60 Unpad, disebutkan bahwa perguruan tinggi, termasuk Unpad, didorong untuk membuka program studi yang tidak konservatif.

Dibukanya prodi Bisnis Digital dan Aktuaria juga merupakan respons kebutuhan global terkait tantangan revolusi industri ke-4. Prodi Aktuaria, dibuka dalam rangka pemenuhan tenaga aktuaris di Indonesia. Tenaga ini dibutuhkan salah satunya untuk menghitung risiko dalam aktivitas bisnis, terutama di bidang asuransi.

“Tenaga Aktuaris belum banyak, padahal menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean, Aktuaris ini sangat dibutuhkan,” jelas rektor.

Prodi Aktuaria dibuka dengan daya tampung 50 mahasiswa. Seperti prodi Bisnis Digital, pendaftaran prodi dibuka melalui jalur SBMPTN.

“Ini merespons kebutuhan global ‘zaman now’,” ujar rektor.

Apa Tanggapan Anda ?