Siedoo.com - Tim dari SMPN 4 Pakem Yogyakarta saat Studi Tiru di SMPN 1 Kota Magelang, Jawa Tengah.
Daerah

SMPN 4 Pakem Studi Tiru ke SMPN 1 Kota Magelang

MAGELANG – Studi Tiru merupakan hal yang umum dilakukan antar komunitas, organisasi, ataupun instansi. Acara ini memiliki tujuan untuk meniru pengalaman dan/atau keterampilan keberhasilan prestasi yang diraih instansi yang dikunjungi.

Studi Tiru dilaksanakan ke Kota Magelang atas dasar predikat TOP 45 dalam ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik dari ajang yang diadakan oleh Kemenpan RB. Inovasi yang digagas SMPN 1 Magelang dengan kategori pendidikan melalui INOBEL I-STEM/STEAM.

Pada kesempatan itu, SMPN 4 Pakem melakukan Studi Tiru dengan SMPN 1 Kota Magelang terkait dengan INOBEL I-STEM/STEAM yang berhasil lolos 45 besar dari total sekitar 3.600 peserta lainnya.

“Melalui pendekatan STEM/STEAM ini diharapkan siswa tidak hanya paham tentang teori, namun juga bisa mempraktekkan dan mengaplikasikan pembelajaran tersebut berbasis proyek,” tukas Kepala SMP N 1 Kota Magelang Nurwiyono Slamet Nugroho.

Acara diawali dengan sambutan kepala sekolah kemudian dilanjutkan pemaparan materi oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan sekaligus inovator INOBEL I-STEM/STEAM Laila Wulandari, M.Pd.

Para guru SMPN 4 Pakem sangat antusias bertanya dan menggali informasi bagaimana penerapan pembelajaran dengan pendekatan STEM/STEAM. Mulai dari bagaimana konsep dasarnya, hingga dampak yang diperoleh dari penerapan INOBEL I-STEM/STEAM tersebut.

Studi Tiru berupa presentasi oleh inovator TOP 45 dan diskusi tanya jawab semua peserta Studi Tiru. Kegiatan berlangsung di ruang aula SMPN 1 Kota Magelang mulai pukul 08.30 hingga 12.00 WIB. Karena pandemi yang belum usai, maka kegiatan dimaksimalkan hingga siang hari sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

SMPN 4 Pakem yang turut hadir dalam Studi Tiru berkisar 40 orang. Mereka termasuk tim literasi, guru, pengawas, dan juga Kepala Sekolah. Dari pihak SMPN 1 Kota Magelang juga ada kepala sekolah, wakil kepala sekolah, humas, dan tim pengembang kurikulum.

Baca Juga :  Khansa Wirandra Sabet Medali Perak IMC 2018

“Poin utama konsep INOBEL I-STEM/STEAM adalah melatih siswa untuk peka, empati, dan peduli dengan lingkungannya terutama terkait pelayanan publik di kotanya. Dalam hal ini saya mengintegrasikan beberapa mata pelajaran dengan pendekatan STEM/STEAM melalui konsep Inobel yaitu inovasi pembelajaran,” ujar Laila.

Inobel mengusung konsep untuk mengajak siswa memiliki keterampilan dasar 4C, jiwa ataupun karakter. Tujuan akhirnya adalah agar siswa menumbuhkan sikap peduli dan peka dengan lingkungan sekitar.

Hasil dari penerapan Inobel dalam pembelajaran, salah satunya adalah dapat meningkatkan kemampuan siswa 4C (critical thinking, collaborative, communicatif, creative). Konsep yang diterapkan dalam Inobel terkesan sederhana, namun mampu memberikan dampak yang luar biasa.

Kompetisi ini adalah suatu ajang inovasi dalam meningkatkan pelayanan publik. Konsep dalam Inobel inilah yang ingin dipelajari oleh SMPN 4 Pakem dari Kota Magelang, terutama dari SMPN 1 Kota Magelang.

Pada kesempatan lain, terutama ketika belum terjadi pandemi, SMPN 1 Kota Magelang kerap kali menjadi tujuan Studi Tiru sekolah lain. Banyak permintaan untuk Studi Tiru atas prestasi SMPN 1 Kota Magelang bahkan hingga 3 sampai 4 kali dalam setiap bulannya.

“Kami berharap ada semacam tanggapan atau respon dari sekolah lain. Dan juga hal ini dapat menjadi evaluasi bagi kita sendiri. Adopsi, adaptasi, mendesiminasikan itu sangat penting, karena orientasi utamanya adalah meningkatkan mutu pendidikan,” imbuh Nurwiyono. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?