Daerah

Jurus Jitu SMP N 1 Magelang, Kembangkan Budaya di Jalur Pendidikan

MAGELANG - Sebagai wujud kecintaan terhadap nasionalisme, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Kota Magelang, Jawa Tengah menguri-uri budaya yang ada di Indonesia, diantaranya melestarikan budaya Jawa. Guru dan siswa menerapkan Bahasa Jawa di lingkungan sekolah saat diluar jam pelajaran, seperti pagi hari, jam istirahat dan pulang sekolah. Penggunaan Bahasa Jawa ini diberlakukan khusus satu minggu sekali pada Kamis.

“Selain menerapkan Bahasa Jawa, untuk gurunya di Kamis kedua setiap bulan juga menggunakan pakaian tradisional. Harapannya dengan nguri-uri  budaya ini bisa lestari, bisa ngremboko, anak-anak bisa mencintai budayanya sendiri dan juga mengarah kepada unggah-ungguh tata krama,” kata Kepala SMPN 1 Kota Magelang, Nurwiyono S.N, M.Pd.

Ia menyampaikan itu saat sekolah mengadakan kegiatan Pangukuhan Dinten Basa Jawi lan ugi Pangukuhan Dinten Bahasa Inggris di SMP N 1 Kota Magelang. Acara yang dimulai pada pukul 07.00 WIB itu diikuti semua warga SMPN 1 Kota Magelang dan secara khusus dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Didsikbud) Kota Magelang.

“Jadi program di sekolah kita (SMPN 1 Magelang) sebagai SMP rujukan. Selain unggul dalam akademis, juga harus ada inovasi pengembangan yang lain," jelasnya.

Disamping itu, SMP N 1 Kota Magelang juga sebagai sekolah Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Disitu mencangkup sisi religiusitas, nasionalisme, integritas, gotong royong dan disiplin.

"Itu sudah kita masuki semua,” ungkap Nurwiyono.

Anak-anak dibiasakan menerapkan Bahasa Jawa bukan tanpa alasan. Hal itu karena dalam keluarga sekarang sudah luntur penggunaan Bahasa Jawanya. Maka dari itu, kalau dibiasakan menerapkan Bahasa Jawa, anak-anak kedepan akan mengarah pada unggah-ungguh tata krama. Efeknya, budaya untuk tata krama pada diri anak-anak menjadi tinggi.

“Awal tahun ajaran baru ini, minggu pertama, guru sudah mulai melaksanakan apel menggunakan Bahasa Jawa di Kamis dan Bahasa Inggris pada Sabtu. Tapi pada diri siswa dimulai pada hari ini (25/07/2019), maka kita mohon dengan Pak Taufik (Kepala Disdikbud Kota Magelang) untuk meresmikan pengukuhan Dinten Basa Jawi, English Day,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota  Magelang Taufiq Nurbakin, S.Pd, M.Pd. menyampaikan, pencanangan di SMP N 1 Magelang memang sejalan dengan program pemerintah. Yaitu dengan program penguatan karakter, turunan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Saya selaku Kepala Disdikbud, sudah membuat surat edaran setiap Kamis kita mengadakan apel pagi, termasuk di kantor Disdikbud menggunakan Bahasa Jawa. Komunikasi keseharian antarteman dan lingkup kerja juga menggunakan Bahasa Jawa,” kata Taufiq.

Selain penguatan pendidikan karakter, hal tersebut juga sebagai penguatan kearifan lokal, penguatan kemajuan kebudayaan yang sejalan dengan tupoksi Disdikbud. Menurut Taufiq, penanaman nilai-nilai dan perilaku termasuk pengembangan budaya yang paling jitu memang melalui jalur pendidikan.

"Sehingga ketika di sekolah di tingkat SMP sudah dikenalkan dengan berbagai macam budaya yang ada ini, kita harapkan mereka terlatih di masyarakat. Mereka kan juga sebagai generasi muda,” ujarnya.

Pada acara tersebut juga dimeriahkan oleh kelompok paduan suara yang meraih juara satu lomba paduan suara tingkat Kota Magelang tahun 2019. Mereka terdiri dari siswa kelas VII dan IX. (Siedoo) 

Apa Tanggapan Anda ?