Daerah

Semarak Bulan Bahasa di SMPN 4 Kota Magelang

MAGELANG – Acara Bulan Bahasa SMP N 4 Kota Magelang, Jawa Tengah dibuka dengan sambutan dari Waka Kesiswaan. Untuk menambah meriahnya acara juga ada penampilan tarian tradisional dengan iringan gamelan yang dibawakan oleh para murid kesenian.

Penampilan kesenian oleh siswa SMP N 4 Kota Magelang

“Event ini merupakan wahana bagi anak-anak agar mencintai berbagai bahasa, seperti Indonesia, Jawa dan Inggris,” ujar Arlina Candra, ketua panitia pelaksana sekaligus Kepala Perpustakaan SMP N 4 Kota Magelang.

Setelah apel pembukaan, selanjutnya ada kegiatan penanaman tanaman toga di taman SMP N 4 Kota Magelang. Penanaman ini dilakukan oleh bapak ibu guru sebagai upaya edukasi bagi para siswa.

Dalam memperingati Bulan Bahasa ini, SMP N 4 Kota Magelang menyelenggarakan enam jenis perlombaan, yaitu lomba cipta puisi, klipping, dongeng, mading dan K3, story telling, dan poster.

Lomba menggambar poster siswa SMP N 4 Kota Magelang

“Perayaan Bulan Bahasa adalah momen baik bagi sekolah. Terutama untuk menggugah kembali semangat anak-anak yang tertidur karena covid,” jelas Arlina.

Lomba dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada Selasa dan Rabu (26-27/10/2021). Lomba yang dilaksanakan pada Selasa adalah lomba individu, sedangkan lomba kelas dilaksanakan pada Rabu. Acara dimulai pukul 08.00 WIB hingga tengah hari.

Sedangkan untuk persiapan sudah dilakukan sejak awal Oktober, dimulai dengan sosialisasi kepada seluruh siswa. Siswa juga dihimbau untuk dapat mempersiapkan diri lebih awal, terutama pada kategori lomba yang butuh pengerjaan lama seperti mading dan klipping.

“Ini adalah ajang untuk apreasiasi siswa-siswi SMP N 4 Kota Magelang, sehingga mulai dari persiapan hingga eksekusi kegiatan semua berasal dari internal sekolah. Dari kita untuk kita,” imbuh dia.

Khusus untuk perlombaan mading dan klipping, anak-anak sudah menyiapkan bahan lomba dengan maksimal pengerjaan 60%. Sementara sisanya diselesaikan di sekolah sesuai waktu yang ditentukan.

Pelaksanaan Bulan Bahasa kali ini sedikit berbeda dengan biasanya. Protokol kesehatan diterapkan secara ketat. Sejak awal, siswa memasuki area sekolah perlu mencuci tangan dan melakukan pengecekan suhu tubuh terlebih dahulu.

Pemilihan jenis lomba juga disesuaikan dengan kategori lomba yang diadakan oleh Dinas Pendidikan. Sehingga, diharapkan pemenang lomba Bulan Bahasa ini dapat mewakili sekolah untuk perlombaan yang diadakan oleh Dinas Pendidikan kedepannya.

Acara hanya digelar hingga maksimal pada pukul 12.00 WIB. Baik perlombaan sudah selesai atau belum, sekolah akan tetap memulangkan siswanya pada pukul tersebut. Hal ini sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku terutama dalam masa pandemi ini.

Panitia yang tergabung dalam acara ini yaitu petugas perpustakaan, siswa OSIS, dan juga melibatkan bapak ibu guru sebagai juri penilai lomba. Total guru yang terlibat sejumlah kurang lebih 15 guru.

“Bulan Bahasa juga menjadi ajang untuk mengapresiasi anak-anak. Tidak hanya tentang baca tulis, namun juga kesenian dan budaya,” kata Arlina.

Farid Setyawan, Pembina OSIS SMP N 4 Kota Magelang pun tidak ketinggalan untuk mengingatkan siswa agar ikut berpartisipasi dalam perayaan Bulan Bahasa dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Kami berpesan kepada semua, dalam pelaksanaan ini ikuti kegiatan dari awal sampai akhir dengan tetap sesuai protokol kesehatan. Mari kita meriahkan Bulan Bahasa dengan ikut serta berpartisipasi dalam setiap kegiatannya. Mari kita bersama memohon kepada Allah SWT agar acara dapat berjalan dengan lancar,” ujar Farid. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?