Daerah

Moment Kolaborasi Studi Kasus Antar Mapel bagi Guru SMPN 4 Magelang

MAGELANG - Program IHT (In House Training) SMP Negeri 4 Kota Magelang, Jawa Tengah merupakan program yang berfokus pada pengembangan serta peningkatan kemampuan pembelajaran menuju pada keterampilan aplikatif, untuk menghasilkan pembelajaran kolaboratif antar mapel. Pengembangan model pembelajaran kolaboratif ini dapat memberdayakan warga belajar dalam meningkatkan semangat dan hasil belajarnya.

Program ini bertujuan untuk memperkuat kualitas pembelajaran di sekolah, memperkuat kompetensi keterampilan nonteknis (soft skills) dan keterampilan teknis (hard skills) peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan kurikulum. Serta mengembangkan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila; mewujudkan perencanaan yang berbasis data melalui manajemen berbasis sekolah; meningkatkan efisiensi dan mengurangi volume tugas-tugas peserta didik.

Kebutuhan terhadap layanan program pendidikan sekarang ini semakin meningkat, seiring dengan kebijakan pemerintah dan perkembangan IPTEK. Serta tuntutan kualitas hidup masyarakat, yang nantinya akan mampu berkompetisi dalam berbagai kemajuan dan daya saing baik ditingkat lokal, nasional bahkan internasioanl. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu melalui pengembangan model pembelajaran kolaboratif.

"Menurut saya kolaborasi antar mapel ini sangat baik, karena dengan berdasar satu tugas yang diberikan anak-anak dapat mengerjakan 4 tugas sekaligus," ujar Farid Setyawan, S.Pd., Ketua Panitia Pelaksana.

Dalam workshop ini terdapat tiga materi yang diberikan, yaitu (a) Perangkat, Implementasi, dan Metode Penilaian Keterampilan Kolaboratif yang dipaparkan oleh Drs Iskandar, S. Kom, (b) Strategi Pemetaan Kompetensi Dasar yang Terintegrasi antar mata pelajaran oleh Ashofani Nashiruddin, S.Pd., (c) Pengembangan Kearifan Lokal dan Pembuatan RPP terintegrasi oleh Arlina Candra Dewi, M.Pd.

"Mereka akan lebih paham karena sudah menjalankan segala proses dari awal hingga akhir," imbuh Farid.

Tujuan IHT peningkatan keterampilan aplikatif antar mapel untuk meningkatkan kemampuan guru melalui kegiatan IHT Berbasis KOLAKS (Kolaborasi Studi Kasus) antar mapel bagi guru SMP Negeri 4 Kota Magelang. Harapannya agar dapat meningkatkan kompetensi guru, baik kompetensi pedagogik maupun profesional melalui peningkatan keterampilan aplikatif antar mapel.

Baca Juga :  Kajian Imaniah Amaliah untuk Jamaah Maiyah

Selain itu juga untuk meningkatkan performa guru sebagai pendidik dan pemimpin bagi peserta didiknya, menjadi memiliki keterampilan aplikatif antar mapel yang lebih.

Guru nantinya diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan memetakan KD antar mapel. Serta berperan dalam memperkuat pendidikan karakter yang akan diterapkan kepada peserta didik.

Kegiatan Workshop Pengembangan Profesi Guru ini dilaksanakan pada Senin, (27/09) dan Senin (04/10). Workshop diselenggarakan di Ruang Aula SMP Negeri 4 Magelang.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara pukul 11.00 WIB. Kemudian ada sambutan kepala sekolah yang sekaligus membuka acara. Selanjutnya penyampaian laporan oleh ketua panitia. Setelah itu barulah memasuki rangkaian 3 materi yang menjadi inti dari pelaksanaan workshop KOLAKS.

Bentuk kegiatan ini berupa penyampaian materi, praktik kegiatan workshop, monitoring evaluasi, dan rencana tindak lanjut. Workshop ditujukan untuk seluruh guru SMP Negeri 4 Magelang yang berjumlah 20 orang untuk guru mata pelajaran kelas 9.

"Endingnya program ini untuk gelar karya siswa. Ada empat mata pelajaran yang sementara ini dikolaborasikan, yaitu IPA, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Keterampilan," tukas Farid. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?