Daerah

Pemkot Magelang Beri Perhatian Khusus ke Anak Korban Covid - 19

KOTA MAGELANG - Anak - anak korban Covid - 19 di Kota Magelang, Jawa Tengah mendapat perhatian dari pemerintah. Mereka yang masih duduk di bangku sekolah mendapat perhatian langsung dari pemimpin di Kota Magelang. Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Wakil Wali Kota Magelang KH M. Mansyur di Pendopo Pengabdian kompleks rumah jabatan Wali Kota Magelang, Kamis (23/9/2021).

Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang menyalurkan bantuan yang dihimpun oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah kepada anak-anak yatim, piatu dan yatim piatu korban Covid-19. Bantuan ini merupakan bagian dari pendampingan dan pemberdayaan bagi mereka agar tetap semangat menyongsong masa depan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP4KB) Kota Magelang, Khudoifah mengatakan, hingga 13 Agustus 2021, tercatat 64 anak-anak di Kota Magelang jadi yatim, piatu dan yatim piatu karena orangtua mereka meninggal akibat Covid-19.

"Jumlah itu terbagi per kecamatan, Magelang Utara sebanyak 22 anak, Kecamatan Magelang Tengah 26 anak, dan Magelang Selatan 16 anak," jelasnya.

Setiap anak sudah didata termasuk nomor telepon pengasuh dan alamatnya secara lengkap. Nantinya, mereka akan mendapatkan bantuan dari Pemkot Magelang sebesar Rp 150.000 per bulan per anak mulai Oktober, November, dan Desember 2021. Alokasinya dari APBD Perubahan tahun 2021.

"Kami juga sudah mengusulkan tambahan anggaran untuk kebutuhan permakanan, kebutuhan tambahan pengasuhan pada balita, kebutuhan pendidikan, dan kebutuhan lain-lain bagi anak-anak yang terdampak Covid-19," bebernya.

Rencana lainnya, DP4KB Kota Magelang akan berkolaborasi dengan lembaga masyarakat, forum anak, dan pemangku kepentingan lainnya, untuk menginisiasi upaya pemulihan psikososial terpadu bagi anak-anak yang orangtuanya meninggal karena Covid-19. Untuk upaya pendampingan sudah ia rencanakan.

Baca Juga :  Meski Zona Hijau, Kota Magelang Tetap Tunda Pembelajaran Tatap Muka

"Namun kita harus melihat situasi dan kondisi, karena saat ini belum boleh. Nanti kalau sudah diperbolehkan kita akan jalin kerja sama dengan forum lainnya, untuk trauma healing," urainya.

Pemkot Magelang beri pendampingan bagi anak-anak korban Covid-19. | Dok Pemkot Magelang

Sementara itu, Wakil Walikota Magelang KH M. Mansyur menyatakan, Pemkot Magelang akan terus memberikan pendampingan dan pemberdayaan bagi anak-anak korban Covid-19. Selain berupa peralatan sekolah dan sembako, bantuan juga berupa beasiswa hingga ke perguruan tinggi.

“Yang terpenting anak-anak tetap semangat, jangan putus asa. Insya Allah Pemkot Magelang akan hadir untuk anak-anak semuanya,” kata Mansyur.

Menurutnya, pendampingan ini sebagai wujud pemerintah hadir untuk memotivasi anak-anak korban Covid-19. Dia tidak ingin, anak-anak yang semestinya punya cita-cita tinggi, tapi putus sekolah karena tidak punya biaya.

“Pokoknya sekolahnya harus semangat. Pemkot Magelang hadir menyertai putra putri kita. Nanti akan dialokasikan lewat APBD, beasiswa bahkan sampai mereka sarjana. Anak-anak punya hak untuk maju ke depan, punya masa depan yang cerah, dan asah asih asuh,” katanya. (prokompim/kotamgl) (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?