Daerah

Efektif, Sampaikan Program Sekolah saat Pembagian Rapor

MAGELANG - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah Kota Magelang, Jawa Tengah mengadakan kegiatan pembagian rapor selama dua hari, Selasa - Rabu (22-23/06/2021). Rapor yang dibagikan untuk para siswa kelas XI dan XII. Pengambilan rapor dilakukan oleh orang tua siswa atau yang mewakili.

Ruang pembagian rapor dibagi dalam tujuh ruang kelas. Tiga ruang ada di lantai bawah dan empat ruang di lantai atas. Masing-masing ruang terdapat dua guru, yaitu wali kelas dan pendamping.

Wali kelas akan membagikan rapor di dalam kelas serta menjelaskan detail lain yang diperlukan, sedangkan pendamping akan menjaga daftar absensi di depan ruang. Latifah Fatmawati, S.Pd, Waka Humas dan Ketenagaan SMK Muhammadiyah Kota Magelang mengatakan bahwa pengambilan rapor tahun ini memang dimodel seperti itu agar tidak menimbulkan kerumunan.

"Memang waktu pengambilan rapor sengaja tidak kita tentukan secara spesifik agar orang tua tidak berkerumun. Kursi juga kita beri jarak aman," ujar Latifah.

Surat undangan pengambilan rapor dibagikan oleh wali kelas melalui grup WhatsApp orang tua. Surat undangan tersebut sudah dibagikan sejak satu minggu sebelum waktu pengambilan rapor. Jadwal ini merupakan upaya untuk mengantisipasi jadwal antara orang tua yang kebetulan memiliki kesibukan.

Dijelaskan bahwa, rapor harus diambil langsung oleh orang tua atau saudara dari siswa. Apabila orang tua sedang berhalangan hadir, misal karena sakit dan lain hal, maka siswa dapat melaporkan hal itu kepada wali kelas masing-masing.

Kemudian wali kelas akan meneruskan kepada kepala sekolah. Selanjutkan kepala sekolah dapat memberikan rekomendasi berkaitan dengan pengambilan rapor tersebut.

"Waktu pengambilan rapor dimulai dari pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Orang tua bebas datang diantara jam tersebut. Hal ini dilakukan agar tidak adanya kerumunan yang terjadi sehingga dapat menjadi sarana penyebaran virus Covid-19," jelasnya.

Baca Juga :  Manajemen Kearsipan Harus Dimiliki Siswa Jurusan Perkantoran

Selama penyerahan rapor, protokol kesehatan juga diterapkan secara ketat. Setiap meja pendamping dan wali kelas disediakan hand sanitizer.

Di depan kelas juga terdapat wastafel dan sabun cuci tangan. Selain itu setiap orang yang akan memasuki area sekolah akan melalui tahap pengecekan suhu yang dilakukan di gerbang depan.

Sebelum pengambilan rapor terdapat beberapa syarat yang perlu dilengkapi. Syarat tersebut diantaranya lunas SPP sampai bulan Juni dan lunas melakukan daftar ulang.

Suasana ketika pengambilan rapor terpantau tidak terlalu ramai. Orang tua juga diberikan sedikit pengarahan dari wali kelas tentang perkembangan anaknya. Sehingga, proses pengambilan rapor tidak memakan banyak waktu, rata-rata sekitar sepuluh menit saja.

Nunik Listiyaningrum, S.Pd, Waka Kurikulum SMK Muhammadiyah Kota Magelang menyampaikan bahwa saat pengambilan rapor wali kelas akan menyampaikan beberapa hal terkait program-program sekolah. Program yang dimaksud yaitu program pada tingkatan kelas pada tahun selanjutnya. Seperti adanya magang bagi siswa kelas XI dan persiapan-persiapan kelulusan bagi siswa kelas XII.

"Salah satu alasan rapor dibagikan secara fisik agar siswa melengkapi beberapa persyaratan yang sudah ditentukan. E-rapor tetap digunakan namun hanya dapat diakses oleh wali kelas saja. Siswa tidak memiliki akses didalamnya," urainya.

Latifah juga berpendapat jika pengambilan rapor seperti ini dinilai lebih mudah dah efektif ketimbang sistem biasanya. Baik dalam segi persiapan ataupun pelaksanaan.

"Sistem seperti ini selain tidak menimbulkan kerumunan juga lebih efektif, karena orang tua datang bisa langsung mengambil rapor tanpa proses antri," kata Latifah. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?