Nasional

Semakin Lengkap Profil Anak Autis, Semakin Tepat Dukungan yang Diberikan

JAKARTA - Ketika membahas tentang keperluan sekolah anak dengan autisme, orang tua perlu memahami dahulu kesiapan anak. Selain itu perlu mengenali dengan baik kebutuhan belajar anak dengan cara melakukan konsultasi dengan dokter atau psikolog.

Menyekolahkan anak dengan autisme merupakan keputusan yang memerlukan banyak pertimbangan. Orang tua perlu membangun konsultasi ke dokter atau pun psikolog. Dari sana orang tua akan memperoleh rekomendasi sekolah yang sudah siap secara sistem, baik program dan Sumber Daya Manusia (Pendidik).

"Namun, kembali lagi, apakah anak sudah siap? Orang tua perlu mendengar dari anak, apakah sekolah itu kebutuhan anak atau bukan?” kata Husnul Chotimah, Kepala Pendidikan Inklusi Cikal.

Mencari sekolah dengan metode dan program pembelajaran yang tepat bagi anak dengan autisme merupakan tantangan tersendiri bagi orang tua. Berbagai pertimbangan dan pertanyaan tentunya hadir demi pemerolehan pendidikan terbaik bagi anak.

Sebagai sekolah Inklusi yang menyediakan program belajar bagi anak berkebutuhan khusus, Sekolah Cikal melalui Pendidikan Inklusi Cikal memberikan tips dan penjelasan bagi orang tua mengenai cara mencari sekolah yang tepat bagi anak.

Husnul Chotimah atau yang akrab disapa Nuli ini menekankan juga pentingnya kesiapan dan kesediaan orang tua melakukan survei. Baik daring atau luring sebanyak mungkin untuk mencari tahu sekolah yang ingin dituju dengan menyesuaikan kebutuhan anak dan lainnya.

Tidak semua sekolah dapat menyediakan kebutuhan anak dengan autisme. Orang tua perlu mencari dengan detail informasi kurikulum, fasilitas, dan program. Sehingga orang tua cukup memperoleh informasi tentang sekolah bagi anak dengan kebutuhan khusus, dalam hal ini anak dengan autisme.

"Fokusnya atau titik awal menemukan sekolah itu mengetahui kebutuhan belajar anak,” tambah Nuli.

Baca Juga :  Mengenalkan Anak tentang Perbedaan Sejak Dini Itu Esensial

Melalui Pendidikan Inklusi Cikal, Nuli menjelaskan bahwa dalam beberapa sekolah, termasuk di Sekolah Cikal, orang tua dapat memberikan profil anak dari terapis, atau dokter atau psikolog pendamping anak ketika mendaftarkan anak dengan kebutuhan khusus. Dalam hal ini anak dengan autisme.

“Kami meyakini bahwa profil setiap anak dengan autisme pasti berbeda, kebutuhan belajar anak pun berbeda. Kami pun dalam hal ini fokus pada profil anak, dan melihat kebutuhan anak melalui (laporan hasil terapi) untuk mengacu pada program-program yang akan diperuntukkan bagi anak tersebut," jelasnya.

Menurut dia, inilah salah satu proses penting masuk sekolah di Cikal selain adanya proses observasi, dan wawancara dengan orang tua. Profil inilah jadi dasar pemilihan program belajar anak.

Profil anak dengan autisme atau kebutuhan khusus lainnya digunakan oleh Pendidikan Inklusi Cikal dalam hal ini untuk membuat dan memetakan Rencana Pengembangan Individu (RPI) setiap anak dengan kebutuhan khusus dengan wali kelas. Di Sekolah Cikal, setiap anak dengan kebutuhan khusus memiliki Rencana Pengembangan Individu yang direncanakan dan disepakati bersama oleh wali kelas (bukan shadow teacher), orang tua dan juga murid sebagai subyek pembelajaran dalam jangka pendek dan panjang dengan strateginya.

Sebagai sekolah yang ramah anak berkebutuhan khusus, Pendidikan Inklusi Cikal pun menekankan pada keterlibatan dan kolaborasi aktif orang tua saat pemberian profil anak. Ia menyadari bahwa penting sekali, bagi sekolah dan orang tua sebagai partner, sama-sama terlibat aktif dalam pengasuhan dan pendampingan anak. Semakin luas, dan lengkap informasi yang diberikan mengenai profil anak, maka akan semakin valid dan tepat dukungan yang diberikan oleh sekolah.

"Kerja sama inilah sangat penting,” tandasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?