Daerah

Menyambut Pertemuan Tatap Muka

JAKARTA - Pemerintah mengeluarkan kebijakan tentang Pertemuan Tatap Muka (PTM) terbatas untuk kegiatan belajar mengajar. Pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas yang dilakukan selama 1-2 kali berdasarkan ketetapan pemerintah, memperoleh tanggapan yang positif dari para orang tua.

“Sejauh ini tanggapan orang tua sangat positif. Mereka sangat antusias dengan adanya PTM terbatas dan sangat terkesan dengan protokol kesehatan yang menurut orang tua Cikal sangat baik dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan,” kata Kepala Sekolah Cikal Cilandak Windy Hastasasi.

Selain terkesan dengan protokol kesehatan yang baik, ia pun menyebutkan pula bahwa penerapan pembelajaran campuran baik daring, dan luring bagi murid telah dilakukan dengan baik oleh Sekolah Cikal. Ia menyampaikan, menurut orang tua murid, Cikal sangat baik dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

Begitu juga dengan alur belajar yang disiapkan. Dimana proses belajar secara online dan offline dapat berjalan secara bersamaan.

"Dengan alur belajar tersebut murid yang ikut PTM Terbatas atau yang memilih Belajar Dari Rumah (BDR) dapat tetap belajar sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan tanpa harus merasa takut tertinggal pelajaran,” jelasnya.

Sejak Pertemuan Tatap Muka (PTM) terbatas dengan pembelajaran campuran kembali diperbolehkan oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta pada 30 Agustus 2021, para pendidik dan sekolah kembali melakukan penyesuaian kegiatan belajar mengajar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Sebagai salah satu sekolah swasta berbasis kompetensi di DKI Jakarta, Sekolah Cikal Cilandak melakukan penyesuaian kegiatan belajar program olahraga atau Physical and Health Education (PHE) di kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas pada (9/9).

Kegiatan olahraga ini tentu menjadi gambaran baru pelaksanaan kegiatan olahraga bagi sekolah lainnya. Pelaksanaan kegiatan olahraga telah dilakukan dengan beberapa ketentuan dan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh Tim Satgas Covid-19 Sekolah Cikal.

Baca Juga :  Kenali Diri dan Sekolah Melalui Commencement Week

“Kegiatan olahraga boleh diadakan asalkan tidak menggunakan alat bersama," ungkapnya.

Oleh karena itu, Sekolah Cikal senang sekali dapat memasukkan program PHE (Physical and Health Education) ke dalam jadwal PTM Terbatas untuk beberapa level. Ini agar membangkitkan kembali semangat murid-murid terhadap active living dan mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan dalam kegiatan sehari-hari untuk menjaga kesehatan.

Proses koordinasi dan kesiapan pelaksanaan kegiatan olahraga pun dilakukan dengan kolaborasi aktif dari pendidik, wali kelas, hingga tim fasilitas Sekolah Cikal. Untuk program PHE, memang diperlukan koordinasi antara wali kelas (home room), guru program PHE dan juga tim fasilitas.

"Wali kelas menginformasikan kepada orang tua mengenai prosedur dan protokol ketika berkegiatan olahraga,” bebernya.

Guru program olahraga (PHE) Sekolah Cikal pun, menurut Windy, juga selalu berkoordinasi dengan tim General Affairs (GA) sehubungan dengan persiapan dan proses disinfektasi. Seperti penyediaan matras sebagai batas ruang gerak anak (antar matras pun tetap diberikan jarak) dan proses disinfektasi sebelum-sesudah penggunaan. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?