Daerah

Wisuda Purnawiyata Virtual, Menyongsong Agenda Besar dalam Cerdas Literasi Digital

MAGELANG - Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 7 Kota Magelang, Jawa Tengah mengadakan acara Wisuda Purnawiyata Angkatan ke-40. Tema pada acara ini adalah "Siap Menyongsong Masa Depan dengan Cerdas Literasi Digital". Acara ini diadakan di ruang Aula SMP Negeri 7 Kota Magelang mulai dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB.

Pemilihan tema "Siap Menyongsong Masa Depan dengan Cerdas Literasi Digital" ini dilatarbelakangi oleh budaya literasi yang menjadi unggulan siswa SMP Negeri 7 Kota Magelang, serta dunia yang telah memasuki era revolusi industri 4.0. Tujuannya tema ini adalah agar siswa dapat memaksimalkan digital dalam setiap lini kehidupan.

Dalam pelaksanaannya SMP Negeri 7 Kota Magelang menggunakan fasilitas aplikasi Zoom berbayar yang di support dari beberapa pihak, seperti Forum Ketua Komite (FKK). Pada akhirnya keseluruhan dokumentasi akan diedit menjadi satu kesatuan video yang di upload di media sosial SMP Negeri 7 Kota Magelang. Para siswa juga dihimbau untuk menggunakan almamater OSIS dan menghidupkan kamera.

Peringkat pertama dari tiga wisudawan terbaik pararel dari seluruh angkatan ialah Syifa Adhanesya Puspa Siwi, yang merupakan siswa kelas 9B. Terpantau sejumlah 164 siswa dari kelas 9A hingga 9F join room Zoom tanpa kecuali.

Para siswa juga dihimbau untuk menyaksikan prosesi wisuda bersama dengan orang tua masing-masing. Beberapa siswa juga dapat mengungkapkan kesan pesannya selama bersekolah di SMP Negeri 7 Kota Magelang pada akhir acara melalui daring.

Prosesi wisuda purnawiyata angkatan 40 dihadiri oleh beberapa pihak, ketua komite, ketua koordinator FKK, OSIS, koordinator lab, koordinator perpustakaan, perwakilan siswa-siswi kelas IX, orang tua murid, dan wali kelas IX SMP Negeri 7 Kota Magelang.

Panitia membatasi jumlah peserta wisuda sejumlah maksimal 50 orang. Hal ini didasarkan atas salah satu upaya pihak sekolah untuk mencegah penularan virus Covid-19. Sebelum memasuki halaman sekolah pun baik siswa, orang tua, maupun guru diwajibkan untuk mencuci tangan dan menggunakan masker.

Baca Juga :  Asa Tenaga Pendidik SMPN 7 Kota Magelang Setelah Vaksinasi

Pihak sekolah sebelumnya telah melakukan sosialisasi kepada para orang tua siswa berkaitan dengan Wisuda Purnawiyata daring ini. Respon orang tua melalui koordinasi di FKK adalah setuju dan mendukung kesuksesan acara. Sebelum acara ini dilangsungkan, pihak kesiswaan sudah dua hingga tiga kali berdiskusi dengan FKK untuk mencari jalan terbaik dengan kondisi yang seperti ini.

Dinas pun tidak memberikan ketentuan atau putusan terkait kegiatan wisuda siswa. Namun dinas membebaskan pihak sekolah untuk mencari jalan terbaik bagaimana acara akan dilaksanakan namun tetap sesuai dengan protokol kesehatan.

Terdapat tiga proposal yang diajukan kesiswaan kepada FKK sejak tiga minggu sebelum acara dilangsungkan, diantaranya adalah wisuda secara daring, drive thru, dan semi drive thru. Atas berbagai pertimbangan dan diskusi yang dilakukan, pada akhirnya diputuskan untuk melaksanakan wisuda purnawiyata secara daring.

Waka Kesiswaan SMPN 7 Kota Magelang Tri Kusnandi mengatakan bahwa wisuda purnawiyata merupakan salah satu bentuk sekolah dalam menghargai kepentingan para siswa. Tujuannya sebagai momentum berakhir masa belajar mereka di SMP Negeri 7 Kota Magelang ini. Bahkan para guru rela terlibat mulai dari prepare awal hingga eksekusi.

"Demi mereka kami siap, kami ikhlas dan bahagia walau harus mempersiapkan acara bahkan terkadang sampai sore. Ketika awal mereka masuk kami hargai, ketika mereka keluar pun kita beri apresiasi semampu kita," kata Kusnandi di sela-sela acara wisuda berlangsung.

Adanya kebersamaan guru junior dan senior, serta koordinasi dan komunikasi yang dilakukan dengan baik, menjadi jaminan bahwa acara berlangsung tanpa kendala dan hambatan yang cukup riskan. Gladi resik dilakukan sehari sebelum acara untuk memastikan semua sudah sesuai berjalan dengan baik. Tak ada kendala berkaitan dengan hal teknologi karena guru-guru yang sudah mempelajari dan murid-murid yang sudah melek teknologi.

Baca Juga :  SIM Aset Dukung Pembelajaran Siswa SMKN 2 Kota Magelang

Drs. Parjopo, Kepala SMP Negeri 7 Kota Magelang menyampaikan bahwa cerdas literasi digital merupakan suatu yang sangat penting di era revolusi industri 4.0. Bahkan ketika perihal pandemi mereda pun digitalisasi tidak akan ditinggalkan, melainkan dapat menjadi suatu kebiasaan baru.

Ia juga mengutarakan harapan dan pesannya kepada siswa-siswi angkatan 40 bahwa pelajar sekarang harus transformatif dan adaptif terhadap perkembangan jaman.

"Anak-anak, menjadi pelajar sekarang ini kalian harus transformatif dan adaptif terhadap cepatnya perubahan jaman. Siapa yang bisa menyesuaikan diri dengan situasi dan perkembangan zaman dialah yang akan menjadi generasi terdepan," ujar Parjopo. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?