Daerah

Lomba Perpustakaan Umum se-Jateng, Kota Magelang Berharap Perbaiki Peringkat

KOTA MAGELANG - Tim Visitasi Lomba Perpustakaan Umum antar-Kabupaten dan Kota se-Jawa Tengah tahun 2021, melakukan kunjungan ke Perpustakaan Umum Kota Magelang. Kedatangan tim yang terdiri dari pustakawan dan pakar TI (Teknologi Informasi) ini bertujuan untuk melakukan verifikasi data, yang selanjutnya dipergunakan sebagai bahan penilaian oleh dewan juri.

Tim Visitasi diterima oleh istri Walikota Magelang, Hj. Niken Ichtiaty, beserta jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, di Kantor Perpustakaan Umum Kota Magelang, Jalan Kartini Nomor 4.

Selain melakukan wawancara berikut pengumpulan dan verifikasi data, tim juga berkeliling untuk mengamati dan menilai beragam fasilitas yang dimiliki Perpustakaan Umum Kota Magelang.

Sebagai catatan, Perpustakaan Umum Kota Magelang menempati peringkat keenam atau Juara Harapan III, pada Lomba Perpustakaan Umum Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2019.

"Prestasi sebagai enam besar Perpustakaan Umum terbaik se-Jawa Tengah harus bisa kita pertahankan, dan harus terus kita perbaiki," tutur Hj. Niken Ichtiaty.

Perpustakaan Umum Kota Magelang, hingga Desember 2018, tercatat memiliki koleksi buku berjumlah 57.362 eksemplar, yang meliputi 39.637 judul buku. Dari jumlah tersebut, yang dapat diakses secara virtual melalui aplikasi iMagelang yaitu sebanyak 4.420 eksemplar, yang terdiri dari 2.110 judul buku.

Seorang pemustaka (anggota perpustakaan) yang hendak meminjam buku, harus lebih dulu membuat kartu anggota. Syarat membuatnya, cukup membawa fotokopi kartu identitas dan foto diri atau pasfoto.

Meski kartu anggota perpustakaan belum jadi, pemustaka sudah dapat meminjam bahan bacaan. Sepanjang, yang bersangkutan sudah terdaftar sebagai anggota Perpustakaan Kota Magelang.

Untuk mempermudah pencarian buku, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Magelang menyediakan fasilitas otomasi dan OPAC (online public access catalog) pencarian buku. Bagi pemustaka anak-anak, terdapat komputer game edukatif dan beragam permainan edukatif.

Baca Juga :  Tiga Model Pendidikan Kepramukaan

Adapun kalangan difable, khususnya penyandang tuna netra, dapat mengakses bahan-bahan bacaan melalui aplikasi JAWS atau job access with speech.(prokompim/kotamgl)(Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?