Featured

Kepedulian Dunia Pendidikan untuk Anak Yatim - Piatu

JAKARTA - Azzam Mozaki Rahman (12), merupakan anak dari pasangan Mahmud dan Siti Muniroh, S.Kep. asal Kampung Pangkalan RT. 001/009, Desa Suka Mekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi. Azzam merupakan anak pertama dari dua bersaudara.

Ibunya merupakan salah satu perawat di RSUD Kota Bekasi. Ia dan adiknya tinggal bersama dengan kedua orangtuanya di rumah yang sederhana. Ayahnya Azam merupakan guru di sekolah swasta.

Namun, pada akhir tahun 2020, keceriaan keluarga kecil ini berubah menjadi kesedihan. Itu lantaran sang Ibu dipanggil oleh Allah SWT dalam kondisi pandemi saat bertugas merawat pasien yang terdampak Covid-19 di RSUD Kota Bekasi.

Sepenggal kisah itu terungkap saat Yuzu Indonesia bersama Dompet Dhuafa membantu mengatasi kendala Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring bagi siswa yatim melalui bantuan pendidikan berupa gawai dan kuota internet. Pada kesempatan itu, juga muncul cerita lain dari Ilham Tyo Adriansyah, yang duduk di kelas IX SMP Darul Mukhlisin Kapuk, Cengkareng, Kota Jakarta Barat.

Setelah orang tuanya meninggal, Ilham tinggal bersama sang nenek di sebuah kontrakan sederhana. Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari Ilham, nenek Saripah harus membanting tulang menjajakan makanan siap saji.

Menjadi buruh cuci hingga dipaksa terhenti karena kedua kakinya tak cukup kuat untuk bekerja dan berjalan keluar rumah. Kondisi ini lah yang membuat para tetangganya tetap peduli dan membantu untuk meringankan hidup nenek Saripah dan Ilham cucunya.

Ilham mengaku merasa kesulitan setelah smartphone miliknya hilang diambil orang di rumahnya. Padahal smartphone itu dia beli dari hasil menabung, menyisihkan uang jajannya yang dia kumpulkan dari uluran tangan tetangga-tetangganya.

Selama itulah Ilham harus ikut belajar bersama temannya secara bergantian. Kini ia sudah mendapatkan bantuan berupa HP.

Baca Juga :  Hidupkan Perpustakaan Ditengah Keterbatasan

"Alhamdulillah, hape-nya segera saya gunakan, Kak. Saya sangat berterima kasih untuk bantuan smartphone dan kuota internetnya. Ini sangat membantu saya dalam proses belajar dan mengerjakan tugas-tugas sekolah," ungkap Ilham.

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 memberikan dampak yang luar biasa, hampir pada semua sektor, salah satunya pada sektor pendidikan. Akibatnya hampir seluruh peserta didik diharuskan belajar dari rumah secara online atau dalam jaringan (daring).

Faktanya masih banyak peserta didik dari kalangan ekonomi lemah yang memiliki keterbatasan fasilitas dalam mengikuti proses pembelajaran jarak jauh yang diselenggarakan pihak sekolah. Seperti smartphone yang kurang mendukung dan juga kuota internet yang tidak memadai.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya dalam membantu proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan menuju program digitalisasi sekolah yang dicanangkan pemerintah di tahun 2021 ini.

Dalam keterangan terpisah, Kepala LPM Dompet Dhuafa, M. Noor Awaluddin Asjhar mengatakan bahwa lewat program tersebut Yuzu dan Dompet Dhuafa memberikan bantuan pendidikan berupa gawai dan bantuan kuota internet bagi siswa yatim yang membutuhkan. Semoga kontribusi ini menjadi bentuk perhatian dan kepedulian Yuzu dan Dompet Dhuafa dalam mendorong pendidikan di masa pandemi.

"Tujuannya adalah untuk memastikan para peserta didik dari kalangan bawah mendapatkan fasilitas belajar jarak jauh yang memadai. Sehingga proses kegiatan belajar mengajar dapat tetap berlangsung karena merekalah masa depan bangsa Indonesia,” terang Awal.

Bantuan diberikan kepada puluhan anak yatim / piatu di Jabodetabek, Jawa Tengah dan Jawa Timur yang orang tuanya meninggal dunia karena Covid-19. “Saat ini kami masih berkomitmen untuk membantu masyarakat yang terdampak seperti membantu remaja yatim maupun piatu yang masih duduk di bangku sekolah SMP-SMA namun mengalami kesulitan selama SFH,” ungkap Fiona Indriani Ranti, Brand Manager Yuzu.

Baca Juga :  Di Magelang Sudah Ada SNI Corner Lho..

Untuk diketahui, Dompet Dhuafa adalah lembaga Filantropi Islam yang berkhidmat dalam pelayanan, pembelaan dan pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (welas asih) dan wirausaha sosial. Selama 27 tahun lebih, Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan umat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta CSR. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?