Alat absensi jari. foto: kiosbarkode.com

Daerah

Tingkatkan Mutu Pendidikan dengan Jari


CIMAHI – Bukan hanya murid yang dituntut disiplin di sekolah, tetapi guru pun juga demikian. Agar disiplin guru bisa terjaga dan meningkat, Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Jawa Barat mewajibkan para guru melakukan absensi sidik jari atau fingerprint time attendance. Selain tujuan tersebut, hal itu juga dilakukan sebagai komitmen peningkatan mutu pendidikan di kota tersebut. Absensi itu dilakukan mulai tahun 2018 ini.

“Niatnya meningkatkan disiplin guru,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi Dikdik Nugrahawan sebagaimana ditulis Pikiran Rakyat.

Ditandaskan, ketentuan absensi sidik jari ini berlaku saat guru datang dan pulang. Masuk pukul 07.00 WIB, pulang pukul 15.00 WIB. Patokan kehadiran guru di sekolah minimal 37,5 jam (dalam satu minggu) tatap muka. Sedangkan pemenuhan syarat sertifikasi, minimal 24 jam mengajar per minggu. Penerapan absensi sidik jari, berkaitan dengan perubahan budaya.

“Uji coba dalam sebulan ini (Januari) semua sekolah sudah kita pasang alat absensi sidik jari. Pada dasarnya sekolah menyambut dengan baik. Mereka senang karena sekarang guru bisa berkumpul di sekolah,” ucapnya.

Ditandaskan, kebijaksanaan dalam implementasi absensi sidik jari harus sebijaksana mungkin berkaitan dengan budaya.

“Saya yakin guru di Cimahi baik-baik, hanya perlu adaptasi saja. Sejauh ini belum menerima komplain,” katanya.

Dijelaskan, sejauh ini belum ada aturan mengenai sanksi karena masih dalam tahap uji coba. Untuk guru secara aturan mestinya sama dengan aparatur sipil negara (ASN).

“Bisa jadi ke depan ada konsep pemotongan tunjangan seperti TKD. Mudah-mudahan hal itu bisa mendorong disiplin guru menjadi lebih baik sebagai komitmen meningkatkan mutu pendidikan di Kota Cimahi,” tuturnya.

Ternyata, kebijakan wajib absen sidik jari untuk guru sudah sampai Bungo, Jambi, Sumatera. Namun kendala listrik masih menghambat.

Kepala Dinas Pendidikan Bungo, Masril mengatakan masih ada sekolah tak teraliri listrik.

“Masih ada, sekolah yang belum masuk listrik,” katanya sebagaimana ditulis Tribun Jambi.

Meski pun begitu masih ada sekolah-sekolah yang belum dialiri listrik di Bungo. Untuk sekolah tersebut masih dibolehkan absen dengan cara manual.

Apa Tanggapan Anda ?