Daerah

Pembelajaran Tatap Muka Masih Dipertimbangkan

YOGYAKARTA - Belum semua kampus memutuskan kegiatan perkuliahan dilangsungkan secara tatap muka. Rektor UKDW Yogyakarta Ir. Henry Feriadi, M.Sc. Ph.D mengaku masih mengkaji lebih lanjut kebijakan tersebut.

“Kami masih mempertimbangkan untuk proses belajar mengajar di semester depan. Apakah dimulai dengan metode blended learning atau sebagian besar masih dilakukan secara daring. Sebelum mulai menerima mahasiswa kembali ke kampus, harus dipastikan kita semua sehat dan tidak terpapar Covid-19. Sehingga tidak menulari mahasiswa,” katanya.

Untuk mengarah ke pembelajaran, UKDW juga sudah melangsungkan vaksinasi. Program vaksinasi bagi dosen dan tenaga kependidikan (tendik) dilangsungkan di GOR Samapta UKDW. Hal ini dilakukan guna mencegah penularan virus Covid-19 di lingkungan kampus dan mendukung program pemerintah dalam memutus rantai penularan virus Covid-19 di tengah masyarakat.

Pihaknya menggandeng Institut Sains & Teknologi (IST) AKPRIND dan Akademi Farmasi Indonesia (AFI) Yogyakarta dalam penyelenggaraan vaksinasi ini. Serta mendapat dukungan penuh dari Rumah Sakit Dinas Kesehatan Tentara (DKT) Dr. Soetarto Yogyakarta dan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta dalam hal pemberian dan penyediaan vaksin.

Rektor menuturkan bahwa pemberian vaksin diprioritaskan bagi dosen dan tendik yang berusia 35-74 tahun karena ketersediaan vaksin yang terbatas. Dosen dan tendik yang belum mendapatkan jatah vaksin diharapkan untuk segera ke faskes masing-masing untuk melakukan vaksinasi.

“Setelah proses vaksinasi selesai dilakukan, dosen dan tendik diharapkan tetap menjaga protokol kesehatan sambil mempersiapkan mulainya semester baru,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 UKDW dr. Teguh Kristian Perdamaian, MPH menjelaskan syarat medis yang harus dipenuhi oleh penerima vaksin adalah kondisi tubuh sehat dan tidak ada keluhan, tekanan darah dalam batas normal. Serta tidak memiliki riwayat penyakit yang berisiko terjadinya reaksi vaksin berat seperti autoimun maupun kanker.

Baca Juga :  Kampus Bergandeng Tangan dengan Kepolisian

“Pada saat diperiksa, tekanan darah harus  <180/100mmHg. Ada beberapa staf yang harus menunda vaksinasi karena belum memenuhi syarat, kebanyakan karena tekanan darah tinggi,” jelasnya.

Adapun Tim Gugus Tugas Covid-19 UKDW telah berkoordinasi dengan RS DKT Dr. Soetarto untuk vaksinasi tahap ini. Sedangkan penyuntikan vaksin yang kedua dijadwalkan pada 22 Mei 2021.

Vaksin yang digunakan adalah Vaksin Coronavac dari Sinovac. Adapun vaksin yang didistribusikan pada tahap ini adalah 148 dosis untuk UKDW Yogyakarta, 91 dosis untuk IST AKPRIND, dan 13 dosis untuk AFI Yogyakarta.

Sementara itu Rektor IST Dr. Edhy Sutanta, S.T., M.Kom., menyampaikan rasa syukurnya karena pada akhirnya bisa turut serta dalam program vaksinasi ini.

“Kami beruntung bisa bekerjasama dan ikut dalam program vaksinasi bersama ini. Tawaran dari UKDW untuk melakukan vaksinasi bersama langsung kami sambut dengan baik," jelasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?