Daerah

Hari Santri, Islam Tidak Mudah Dipecah Belah

MAGELANG - Semangat santri untuk unjuk gigi kembali ditunjukkan pada saat memperingati Hari Santri Nasional. Santri pada jaman dahulu ikut berjuang dalam mewujudkan kemerdekaan RI.

"Kita kenal ada resolusi jihad 22 Oktober 1945 itu merupakan salah satu perjuangan santri pada jaman dahulu. Maka hari ini kita sebagai santri juga harus berjuang mempertahankan kemerdekaan," kata Kyai Hj. Nawawi, takmir Masjid At Takwa Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dalam taujih singkatnya.

Ia menyampaikan itu saat ikut memperingati Hari Santri 2018. Beberapa rangkaian acara pun digelar selama beberapa hari.

Peringatan hari santri ini dilaksanakan selama satu pekan 22-27 Oktober 2018 dan dipusatkan kegiatan pada Rabu, 24 Oktober 2018. Pekan santri ini diawali pada Senin, 22 Oktober 2018 dengan upacara bendera. Rangkaian pekan Hari Santri Nasional dirancang dengan mengawali pembelajaran setiap pagi hari dengan membaca doa, As Maul Husna, Tahlil, dan Tadarus Alquran.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Islam Secang bergabung dengan MTs Ar Rosyidin dan SMA Islam Secang serta pondok pesantren Darussalam asuhan Nyi. Hjh. Musrifah melaksanakan kirab mengelilingi Secang. Kirab diawali dengan taujih dan pelepasan kirab dilaksanakan oleh perwakilan dari Koramil Secang.

Kepala Yayasan Ar Rosyidin Bp. Ky. Hj. Ahmad Dahlan berharap, dengan pekan Hari Santri Nasional ini semoga Islam semakin kokoh tidak mudah dipecah belah. Sehingga bisa menyatukan dan mendamaikan negeri ini. Hal ini senada dengan cita-cita dari kementerian Agama RI yaitu "Dari Santri, Damaikan Negeri". (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?