Daerah

Siswa Muslim Sekolah Cikal Setu, Perlu Memahami Keseimbangan

JAKARTA - Meskipun Sekolah Cikal Setu, Jakarta Timur bukan sekolah Agama, namun berupaya untuk menghadirkan variasi dan keberagaman pengetahuan tentang Islam. Hal ini agar murid dapat membangun keseimbangan hidup.

"Jadi, pendekatan secara positif, dan pengetahuan yang komprehensif akan membuat murid lebih siap menghadapi tantangan informasi masa depan dengan lebih kritis," kata Kepala Sekolah Cikal Setu Siti Fatimah.

Ia berharap murid-murid Cikal, khususnya yang beragama Islam, akan tumbuh dengan karakter yang kuat sesuai dengan Kompetensi 5 Bintang Cikal (5 stars competencies).

“Dengan hadirnya program agama Islam yang lebih beragam, dan lebih komprehensif, antara lain Aqidah Akhlaq, Ulumul Qur’an, Al-Qur’an and Sciences, Al Qur'an and Public Speaking, hingga sejarah, hukum dan kebudayaan Islam,” jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa dengan integrasi pengetahuan dan pembiasaan yang bukan sekadar pembelajaran teori di kelas, murid nantinya juga mengetahui dan memahami perlunya keseimbangan. Yaitu, antara "vertical line", hubungan antara hamba dan Tuhannya, dan "horizontal line", hubungan antara sesama manusia sebagai bagian dari anggota masyarakat dunia.

Sekolah umum berbasis kompetensi dan karakter ini semakin mengupayakan untuk terus berkembang dan bertransformasi. Tahun ini, Sekolah Cikal Setu merilis beberapa program baru agama, khususnya Agama Islam. Serta, menambah jumlah waktu belajar untuk memperkaya karakter agama murid secara utuh dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidik yang seringkali disapa Sifa ini menambahkan, secara umum pendidikan agama adalah sarana transformasi pengetahuan positif terhadap kompetensi dan memperkaya karakter secara utuh. Pendidikan agama merupakan sarana transformasi pengetahuan dalam aspek keagamaan (aspek kognitif), sebagai sarana transformasi norma serta nilai moral untuk membentuk sikap (aspek afektif).

"Itu berperan dalam mengendalikan perilaku (aspek psikomotorik) sehingga tercipta karakter yang utuh," urainya.

Ia juga menjelaskan Sekolah Cikal Setu di tahun ini menambahkan variasi pengetahuan agama Islam dengan menambahkan kredit program Agama Islam yang tetap mengacu pada visi Cikal yakni Kompetensi 5 Bintang Cikal. Oleh karena itu, Sekolah Cikal Setu mengambil langkah transformasi dengan menambah kredit di program agama islam dengan berlandaskan pada Kompetensi 5 Bintang (5 stars competencies).

"Penambahan kredit di Program Agama Islam di Sekolah Cikal Setu di 2021 ini merupakan resolusi baik yang Cikal kembangkan dengan terus bertransformasi dalam dunia pendidikan, serta melihat kebutuhan belajar dan tingginya rasa ingin tahu murid,” jelasnya.

Secara umum, pendidikan Agama Islam di Sekolah Cikal Setu pun tidak hanya sekadar memberikan instruksi. Melainkan juga memberikan ruang dan waktu yang terbuka bagi murid untuk merealisasikannya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?