PASLON. Pasangan Calon Walikota Magelang Aziz-Mansyur. (foto: ist)
Daerah

Bakal Berikan Beasiswa Warga Kurang Mampu hingga ASN Berprestasi

MAGELANG – Pendidikan mampu meningkatkan harkat martabat manusia. Pendidikan sangatlah penting bagi kehidupan manusia. Jika nanti pasangan dr HM Nur Aziz - KH M Mansyur (Aman) diamanahi menjadi Walikota-Wakil Walikota Magelang periode 2021-2025 juga akan konsen dengan dunia pendidikan. Di antara langkahnya bakal memberikan beasiswa.

“Syaratnya bagi siswa yang kurang mampu dan yang berprestasi. Beasiswa diberikan untuk semua jenjang. Mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas,” kata Calon Walikota Magelang dr Aziz.

Beasiswa tidak hanya diberikan untuk mereka. Tetapi juga untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintahan. Termasuk bagi pendidik dan tenaga pendidik. Semua ini diberikan agar indeks pembangunan manusia (IPM) meningkat.

“Beasiswa juga diberikan untuk pegawai pemerintah kota yang berprestasi untuk menlanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Misalnya dari S1 ke S2 dan seterusnya,” tambah dokter kelahiran Magelang ini.

Untuk pemberian beasiswa tersebut aturannya akan disusun dikemudian hari. Untuk besaran dan syarat lebih detail menyesuaikan aturan yang ada.

"Beasiswa diberikan untuk menuju masa depan yang lebih baik. Dan, bagi pegawai  meningkatkan profesionalisnme,” tandas Aziz.

Di sisi lain, persoalan menahun baik skala regional maupun nasional, salah satunya kesejahteraan Tenaga Honorer dan Tenaga Harian Lepas yang hingga kini tak menentu. Atas hal ini, pasangan Aziz Mansyur atau Aman akan berupaya keras untuk menyejahterakan mereka.

“Serta tetap memperhatikan Kesejahteraan ASN demi keseimbangan Kemajuan Kota. Bersama Aman, InsyaAllah solusi segala permasalahan,” jelas lulusan SMA Negeri 1 Kota Magelang ini.

Disamping itu, salah satu program unggulan pasangan tersebut mewujudkan Kampung Religi. Antara lain dengan peningkatan tunjangan dan kesejahteraan marbot serta rohaniawan semua agama di Kota Magelang, Jawa Tengah.

“Sehingga diharapkan kehidupan religi di kota kita bisa semakin maju, tentram dan toleran,” tambah Aziz asal Tuguran, Potrobangsan, Magelang Utara.

Pasangan calon walikota-wakil walikota tersebut memiliki visi Mewujudkan Kota Magelang yang Maju, Sehat, dan Bahagia.

Untuk misinya: Meningkatkan kebutuhan pelayanan dasar masyarakat untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, Meningkatkan ekonomi masyarakat dengan peningkatan peran UMKM berbasis Ekonomi Kerakyatan, Mewujudkan masyarakat yang religius, berbudi luhur, berbudaya, sehat dan bahagia berdasarkan Imtaq (Iman dan Taqwa).

Lalu Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan inovatif, Mewujudkan kota modern yang berdaya saing dengan peningkatan kualitas tata ruang dan infrastruktur

dr. H. Muchamad Nur Aziz, Sp. PD lahir di Magelang 24 November 1971. Sebelum purna tugas, ibunya Hj Wasilah merupakan guru sekolah dasar. Sedangkan ayahnya (alm) Purn. Letkol H. F Soegiri.

Aziz menempuh pendidikan di SD A Yani 2B Magelang. Kemudian melanjutkan di SMPN 1 Magelang, SMAN  1 Magelang. Pendidikan tingginya mengambil spesialis penyakit dalam di FK Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, lalu konsultan ginjal dan hipertensi di FK Undip.

Aziz pernah menjadi kepala Puskesmas Balai Sebut Kalbar (2001). Setelah itu menjadi Dokter Konsultan Ginjal dan Hipertensi di RSUD M Ashari Pemalang (2008-2020).

Aziz memiliki rumah sakit di Jawa Tengah, seperti RS Prima Medika Pemalang, RSI Al ikhlas Pemalang, RS Hawari ESSA Slawi Tegal, Apotik dan Laboratorium KenWaras.

Untuk riwayat organisasinya pernah menjadi Nadhir Masjid Asyi-Syifa RSUP Karyadi, Ka 2 PMI Pemalang, Pengurus Kerjasama Umat MUI Pemalang, Penasehat Takmir Masjid Wasilan Pemalang, Pengurus IDI Pemalang, Pengurus PAPDI Jawa Tengah, Pengurus Dokter NU Pemalang.

Sementara itu calon wakilnya, K.H Drs. M. Mansyur M, Ag lahir di Magelang 10 Juni 1949. Merupakan keturunan dari Hj. Siti Saidah dan K.H M. Siraj, seorang ulama besar di Kota Magelang.

Saat ini berkediaman di Wates, Magelang Utara, Kota Magelang. Kiai Mansyur menuntaskan S2 di IAIN Yogyakarta (sekarang UIN Sunan Kalijaga).

Ia menjabat Kepala Kemenag Kabupaten Kudus (1994-1999), Kepala Kemenag Kabupaten Temanggung (1999-2005), Ketua Baznas Kota Magelang, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Magelang, Ketua Badan Waqaf Indonesia Kota Magelang, Ketua Dewan Nasehat MUI Kota Magelang.

Kiai Mansur juga pernah menjadi dosen di Universitas Muhammadiyah Magelang, Universitas Tidar (sekarang Untidar), Undaris Kudus. Ia juga pernah menjadi penatar pemateri seminar simposium serta nara sumber loka karya dan penceramah di berbagai instansi serta pemerintihan. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?