Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Drs. Sulpakar, MM. (foto: disdikbud.lampungprov.go.id)

Daerah

Biaya Pendidikan Anak Korban Tsunami Lampung Digratiskan


BANDAR LAMPUNG – Tsunami yang menerjang kawasan pesisir Lampung Selatan membuat anak-anak terancam putus sekolah. Bencana tersebut meluluhlantakkan gedung sekolah mereka.

Terkait hal itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memberikan bantuan beasiswa kepada anak-anak korban tsunami. Bahkan Pemprov Lampung akan membantu mereka hingga mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.

Hal itu disampaikan Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo saat memberikan pemaparan dalam rangka Refleksi Akhir Tahun 2018. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung.

“Saya sudah minta kepada Kadis Pendidikan dan Kebudayaan bisa mengumpulkan data-data mengenai anak-anak yang kehilangan keluarganya akibat tsunami. Untuk kemudian menjamin masa depannya dengan menggratiskan biaya pendidikannya,” kata M. Ridho.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Drs. Sulpakar, MM mengatakan tanggap atas permintaan gubernur. Untuk pendataan pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten, terutama di daerah yang terdampak bencana tsunami.

“Untuk SD dan SMP tanggung jawabnya ada di kabupaten. Sedangkan untuk SMA/SMK (tanggung jawab) kami. Rencananya, beasiswa yang diberikan hingga jenjang perguruan tinggi,” tandas Sulpakar.

Wahana Refleksi

Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo dan Wakil Gubernur Bachtiar Basri berharap perayaan tahun baru dijadikan sebagai wahana refleksi diri pascatsunami Selat Sunda.

“Saudara-saudara kita terkena bencana. Mudah-mudahan ke depan tidak terjadi kembali. Kita berupaya semaksimal mungkin melakukan trauma healing,” kata Ridho.

Ridho mengaku tidak ada rencana perayaan tahun baru. Dia pun memilih mengunjungi warga terdampak tsunami yang saat ini sedang mengungsi bersama kepolisian daerah. Sementara Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri mengimbau masyarakat menggelar doa bersama pada malam pergantian tahun.

Dilansir Tribunlampung.co.id, Ahad (30/12/2018), sejumlah pekerja, petugas Dinas PUPR, dan dibantu aparat TNI, mulai membersihkan puing-puing bangunan di empat desa yang berada di Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, yang luluh lantak diterjang tsunami.

Baca Juga :  48 Penerima Beasiswa D3 Dilantik Jadi Taruna Penerbang

Keempatnya adalah Desa Way Muli Timur, Desa Way Muli Induk, Desa Kunjir, dan Desa Sukaraja. Beberapa alat berat dikerahkan untuk membersihkan puing-puing dan sampah. Sejauh ini, bantuan untuk korban tsunami di daerah pesisir Lampung Selatan terus mengalir dari berbagai pihak. (Siedoo) 

Apa Tanggapan Anda ?
Ucapan Pemkot