PENYERAHAN. Tim PPMT Unimma menyerahkan bibit tanaman kepada pihak dusun. (foto: ist)
Daerah

Cegah Hipertensi, Tim PPMT Unimma Tanam Bibit TOGA

MAGELANG – Pelaksanaan Program Pengabdian Pada Masyarakat Terpadu (PPMT) Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) menyasar berbagai wilayah terkecil. Di antara tujuannya adalah Dusun Trojayan, Desa Paremono, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. Tim yang beranggotakan Sri Ratnani Khasanah, Tryana Dhewi Febryani, Hermas Dyah Paramita, ketiganya merupakan mahasiswa jurusan SI Keperawatan, dan Henryco Septian Satria Kinasih jurusan SI Farmasi mengusung "Optimalisasi Peran Caregiver Hipertensi Saat Pandemi Covid-19.”

“Kegiatan PPMT yang dilaksanakan pada 23 November 2020 ditutup dengan penanaman tanaman obat keluarga secara bersama-sama oleh tim bersama sejumlah warga penderita hipertensi didampingi oleh caregiver masing-masing,” kata salah satu mahasiswa, Sri Ratnani Khasanah.

Selain mengajarkan kepada penderita hipertensi agar tetap melakukan aktivitas fisik ringan, kegiatan ini untuk menghasilkan tanaman herbal di sekitar lingkungan masyarakat. Harapannya akan memudahkan bagi masyarakat saat mengkonsumsi tanaman herbal untuk mencegah penyakit hipertensi.

“Selain itu juga dapat meminimalisir biaya yang dikeluarkan untuk membeli tanaman herbal,” tandasnya.

Masyarakat berperan aktif dalam kegiatan menanam tanaman obat keluarga seperti belimbing wuluh, pohon salam, tapak dara, seledri, dan wortel.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan sebelumnya berupa pembukaan serta sosialisasi program dari mahasiswa Unimma pada Sabtu 17 Oktober 2020. Kesempatan ini dihadiri sejumlah warga undangan yang telah dilatih untuk dijadikan tenaga caregiver bagi penderita Hipertensi.

“Sejak adanya pandemi covid-19 kegiatan posyandu, posbindu, dan posyandu lansia memang tidak lagi diadakan. Sehingga penderita hipertensi di Dusun Trojayan tidak terkontrol dengan baik,” kata Kadus Trojayan, Purwanto.

Sementara itu, dosen pembimbing Ns. M. Khoirul Amin, M. Kep mengatakan, agar penderita hipertensi dapat terkontrol dengan baik di saat pandemi ini maka perlu adanya pendamping dari pihak keluarga, relawan, maupun kader yang dapat dilatih untuk dijadikan caregiver hipertensi, untuk mencegah terjadinya komplikasi.

“Ini sangat diperlukan sekali,” tandasnya.

Pelatihan para caregiver dilakukan melalui penyuluhan oleh pembimbing serta para mahasiswa Unimma  kelompok Trojayan. Disamping itu juga dilatih cara pemakaian tensi meter digital pada Sabtu 24 oktober 2020.

“Diharapkan dengan menggunakan tensi meter digital akan mempermudah para caregiver memantau kondisi kesehatan pasien yang didampinginya,” terangnya.

Agar para peserta pelatihan tidak jenuh dalam mengikuti semua acara, dibagikan pula doorprize untuk memancing keaktifan mereka dalam bertanya maupun menjawab feedback dari para pemberi materi.

Untuk program terapi, kelompok ini juga memaparkan tentang beberapa obat herbal di sekitar yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan hipertensi, salah satunya adalah jus wortel. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan demo cara membuat jus wortel yang benar sesuai dosisnya pada 7 November 2020.

“Dengan ditutupnya program PPMT di Dusun Trojayan ini, tim berharap caregiver hiperteni dapat lebih berperan aktif. Harapannya penderita hipertensi dapat terpantau dengan baik,” tambah Hermas. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?