Ilustrasi penulis . foto: net

Nasional

Catat, Penulis Buku Akan Disertifikasi


JAKARTA – Kesalahan dalam segi konten buku pelajaran yang dibuat oleh penulis sering kali terjadi. Kasus terakhir adalah kesalahan dalam buku Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas VI Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) Kurikulum 2006, yakni bahwa ibu Kota Israel disebutkan Jerusalem. Padahal yang benar adalag Tel Aviv.

Untuk mencegah agar kedepan tidak lagi terjadi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan melakukan sertifikasi terhadap semua penulis buku pelajaran sekolah.

Wacana itu rencananya akan diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) yang kini tahapannya masih dalam bentuk Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP).

“Tidak semua orang bisa jadi penulis bersertifikasi. Hanya certified saja yang bisa menulis buku dan diakui oleh Kemendikbud, ” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kemendikbud Totok Suprayitno sebagaimana ditulis Liputan6.

Ditegaskan, harus ada peningkatan kapasitas profesionalitas pelaku perbukuan. Mulai dari penulisnya, editornya, penelaahnya, dan sebagainya.

Kendati demikian, hingga saat ini belum ada keputusan soal kriteria penulis buku pelajaran yang mendapat sertifikasi dari Kemendikbud. Sebab, masih digodok dalam RPP.

“Seperti apanya (kriteria penulis buku pelajaran sekolah) masih dalam pembahasan,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, setelah buku yang menulis tentang Ibu Kota Israel adalah Jerusalem menimbulkan kontroversi, peredarannya langsung ditarik. Mendikbud Muhadjir Effendy juga memerintahkan menyelidiki penyebab kekeliruan.

Lebih 2 ribu eksemplar buku IPS Terpadu Kelas 6 dan buku Senang Belajar IPS Kelas 6 yang telah beredar sejak 2006 dan 2015 akan diganti.

Buku IPS jadi sorotan dan menuai protes setelah mencuatnya kontroversi pernyataan Presiden Amerika yang mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel.

Apa Tanggapan Anda ?