Daerah Kegiatan

Peringati Hari Anak Nasional, TBM Omah Buku Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

MAGELANG – Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Omah Buku, Desa Blondo, Mungkid, Magelang turut memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2020. Peringatan dilaksanakan tetap dengan memberlakukan protokol kesehatan cegah Covid-19. Berbagai rangkaian kegiatan peringatan ini terselenggara dengan acara inti dongeng bersama Kak Damar, Ahad (26/7/2020).

Ketua TBM Omah Buku, Budi Susilo mengatakan, Kak Damar merupakan seorang pendongeng nasional yang sehari-hari berprofesi sebagai guru TK. Kak Damar yang beralamat di Muntilan, Magelang ini sudah terkenal sebagai pendongeng yang disuka oleh anak-anak.

“Adapun acara pendukungnya adalah tampilan kesenian oleh anak-anak TBM sendiri,” katanya.

Dimulai dengan beberapa hari sebelumnya pengurus TBM memberikan undangan terbatas untuk anak-anak yang aktif di TBM. Sengaja tidak membuat pamflet publikasi seperti kegiatan-kegiatan sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk membatasi  jumlah peserta. Undangan harus ditunjukkan kepada orangtua.

“Setelah orangtua mengetahui dan memberikan ijin, anak baru diperbolehkan mengikuti acara, dan ndangan harus dibawa,” lanjut Budi.

Selain itu anak-anak wajib mengenakan masker atau face shield, cuci tangan sebelum memasuki ruang acara dan harus cek suhu badan sebelumnya dengan thermo gun.

Dalam sambutan pembukaan acara, Ketua TBM Budi Susilo menjelaskan alasan TBM menyelenggarakan Kegiatan Hari Anak Nasional (HAN). Dijelaskan, empat tahun yang lalu ketika TBM mulai berkegiatan belum fokus pada salah satu segmen pengunjung. Baru satu tahun kemudian diputuskan TBM Omah Buku fokus pada segmen anak-anak sebagai garapan utama. Segmen remaja dan orangtua tetap diberikan porsi juga meski tidak sebesar perhatian pada anak-anak.

Hal ini dikarenakan pengunjung anak-anak lebih banyak dibandingkan segmen pengunjung yang lain. Untuk itu pengelola TBM merasa penting menyelenggarakan peringatan Hari Anak Nasional ini. Diharapkan kegiatan ini bisa memberikan wadah anak-anak berkreasi dan berekspresi.

“Serta mendapatkan pendidikan alternatif melalui dongeng di tengah kegiatan mereka mengikuti pembelajaran daring dari sekolahnya,” kata Budi.

Jumlah anak yang hadir kurang lebih 25 anak yang merupakan pengunjung aktif TBM Omah Buku. Hadir dalam kegiatan ini pengurus Forum TBM Kabupaten Magelang yang diwakili oleh wakil ketua forum, Dian, yang juga pemilik dan pengelola TBM Ceria Desa Mungkid.

Dalam sambutannya Dian menyampaikan apresiasinya kepada TBM Omah Buku yang selalu intens menemani anak-anak di kampungnya. Selalu berkegiatan positif dan komitmen dalam usaha meningkatkan minat baca masyarakat.

“Maka, pantaslah TBM Omah Buku ini berhasil menjadi Juara I Lomba TBM Tingkat Kabupaten Magelang Tahun 2019 lalu,” ucap Dian.

Beberapa orangtua anak juga hadir menyaksikan acara, ingin melihat tampilan anak-anaknya. Anak-anak yang tampil antara lain Rakha, Kelas V SLB Tunarungu, menampilkan pantomim berjudul “Lawan Corona”. Kemudian Vanesha membawakan sebuah tarian “Kidung Wahyu Kolosebo”, sedangkan Hana (5) siswi PAUD, membawakan puisi berjudul “Doa untuk Dunia”. Sementara lima gadis kecil, Atifa, Azza, Nina, Icha dan Sisca membawakan sebuah tarian berjudul “Gebyok Anting-Anting”.

Sementara Kak Damar dalam dongengannya, yang diselingi dengan bermain sulap, menyampaikan sebuah cerita berjudul “Aku Anak Sholeh”. Dalam ceritanya Kak Damar banyak menyampaikan pesan dan nilai-nilai karakter, di antaranya nilai kejujuran, semangat dan kreativitas. Kak Damar juga menyemangati anak-anak harus tetap belajar di tengah berlangsungnya pandemi Corona yang belum berakhir.

Seluruh pengisi acara dan beberapa anak yang berani bertanya dan menjawab pertanyaan dari Kak Damar mendapatkan doorprize. Kak Damar selain atraktif juga interaktif dalam menyampaiakan dongengnya. Dalam mendongeng tidak lupa Kak Damar tetap mengenakan face shield (pelindung muka). (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?