Opini

Penuh Pesan, Peringatan Hari Anak Nasional di Tengah Pandemi

Siedoo, Pandemi Covid-19 yang belum berkesudahan menjadi keprihatinan bersama. Imbas dari pandemi memengaruhi segala bidang yang menuntut masyarakat berinovasi dalam memenuhi kebutuhan hidup. Tidak hanya masaah ekonomi keluarga, namun juga terkait pendidikan dan perhatian terhadap anak-anak.

Hari ini, 23 Juli bangsa Indonesia memperingati Hari Anak Nasional dengan penuh kesedehanaan. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yang penuh seremonial dan selebrasi dari anak-anak Indonesia. Meski demikian, lagi-lagi tuntutan berinovasi membuat peringatan Hari Anak Nasional tahun 2020 menjadi penuh pesan dengan berbagai kegiatan yang tidak dilakukan sebelumnya.

Seperti di Kota Semarang misalnya, di mana Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) bekerj sama dengan Yayasan Anantaka Semarang dan beberapa stakeholder menggelar Peringatan Hari Anak Nasional 2020. Kegiatan mengusung tema Menjadi Hebat Bersama Generasi Baru”.

Rangkaian acara Hari Anak Nasional di Kota Semarang ini dimulai pada tanggal 14 Juli 2020 sampai 18 Agustus 2020. Adapun acara dalam kegiatan tersebut meliputi Talkshow, Webinar, Lomba-lomba, Pentas Daring dan Konser Amal. Berbagai perlombaan diadakan untuk anak usia SD dan SMP meliputi Lomba Menggambar, Lomba Menghias Masker, Lomba Video Mencuci Tangan. Juga Lomba membuat Reportase, Lomba Membuat Konten Media Sosial, dan Lomba Videografi. Adapun di puncak acara tanggal 23 Juli 2020 akan dilaksanakan Pentas Daring yang diikuti oleh anak-anak se-Kota Semarang. (ayosemarang.com, 20/7/2020)

Sementara di Jawa Timur (Jatim), Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mendorong anak-anak Jatim tetap optimistis dan semangat dalam meraih cita-cita sekalipun Indonesia masih dalam situasi pandemi. Khofifah berpesan agar anak-anak di Jatim tetap melakukan berbagai kegiatan positif dan produktif. Akan tetapi, dengan tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19 yaitu menggunakan masker, menjaga jarak, serta rajin cuci tangan.

Khofifah memotivasi anak agar tetap semangat, tetap sehat. Tidak putus asa, jaga terus semangat meraih cita-cita setinggi langit. (liputan6.com, 23/7/2020).

Menurut Khofifah, anak-anak rentan mengalami stres selama pandemi setelah mereka terpaksa membatasi kegiatannya untuk belajar, bermain, dan beribadah di rumah. Hal itu harus menjadi perhatian kita semua pihak. Anak-anak mungkin pada awalnya gembira karena bisa di rumah. Tapi lambat laun pasti bosan juga karena mereka tidak bisa bermain dan belajar dengan teman-teman sebayanya.

Oleh karena  itu Khofifah berpesan, peran orangtua sangat besar dalam membantu anak-anak menyiasati kondisi ini. Jangan sampai orangtua lepas tangan dan acuh. Peringatan Hari Anak Nasional selayaknya menjadi momentum bersama untuk memberi perlindungan ekstra kepada anak-anak di masa pandemi Covid-19 ini. (*)

Redaksi Siedoo

Apa Tanggapan Anda ?