Daerah Kegiatan

FIB Unsoed Bedah Pemikiran Konfusius

PURWOKERTO – Keterbatasan di masa pandemi tak membuat berhenti geliat akademik, hal itu justru menjadi tantangan tersendiri. Seperti kiprah Jurusan Bahasa dan Sastra Asia Timur Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dengan menggelar webinar. Kegiatan ini bertajuk Pemikiran Konfusius sebagai Landasan Pembentukan Karakter Budaya Bangsa Tionghoa dan Jepang.

Dilansir dari unsoed.ac.id (4/6/2020) Wakil Dekan Bidang Akademik FIB Unsoed , Dr. Ely Triasih Rahayu, M.Hum menyampaikan rasa terima kasihnya kepada lebih dari 222 peserta dari berbagai instansi dan profesi yang mengikuti acara ini.  Ia berharap Jurusan Bahasa dan Sastra Asia Timur terus berkreasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan budaya.

“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini, “ ucapnya.

Acara ini menghadirkan tiga narasumber,  Js. Budi Rochadi, S.T (Dosen Agama Konghucu Unsoed),   Dr. C. Dewi Hartati (Pemerhati Budaya Tionghoa Universitas Dharma Persada-Jakarta). Serta Dr. Sandra Herlina (Pemerhati Budaya Jepang, Universitas Al Azhar-Jakarta). Adapun acara dipandu oleh Tri Asiati, M.Pd dari Program Studi D3 Bahasa Mandarin FIB Unsoed.

Sejumlah bahasan diulas dalam diskusi tersebut. Seperti nilai-nilai ajaran Kongzi yang berpengaruh terhadap etos kerja orang Tionghoa. Juga tentang pemikiran Konfusius sebagai landasan pembentukan karakter budaya dan bangsa Tionghoa serta Jepang.

Diskusi berlangsung menarik, dengan mengemukanya hal-hal terkait kekinian. Seperti sejauh mana landasan pemikiran konfusius tersebut hingga kini masih berlaku di masyarakat Tionghoa serta Jepang. Yaitu dalam konteks kekinian dan dunia yang semakin multikultural.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program riset institusional jurusan yang dibiayai melalui DIPA BLU Unsoed. Riset ini melibatkan dua program studi, yakni Program Studi D3 Mandarin dan Program Studi S1 Sastra Jepang. (Siedoo)

 

Apa Tanggapan Anda ?