Tokoh

Raih Peringkat I Scopus, Profesor Riyanarto Terima Anugerah dari Kemenristek/BRIN

Siedoo, Kabar gembira ini diumumkan oleh Kemenristek/BRIN melalui video conference, Kamis (28/5/2020). Di mana Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali meraih prestasi gemilang dari bidang keilmiahan. Kali ini, Prof. Drs. Ec. Ir. Riyanarto Sarno, M.Sc. Ph.D yang berhasil menduduki peringkat 1 pada pemeringkatan Scopus.

Selain pemeringkatan Scopus, pada konferensi tersebut juga disampaikan 500 daftar peringkat kinerja ilmuwan Indonesia 2020 berbasis Science and Technology Index (SINTA).  Di mana selain nama Prof. Riyanarto Sarno dari Departemen Teknik Informatika, terdapat 20 nama dosen peneliti ITS lainnya yang masuk dalam 500 besar dengan kinerja terbaik. (its.ac.id, 29/5/2020)

SINTA sendiri merupakan inovasi sistem informasi iptek yang tujuannya mengukur inovasi sistem networking para peneliti. Hasil akumulasi score tahun ini, Prof. Riyanarto sukses mencapai nilai 6.893 dan mendapat peringkat keempat.

Sementara itu, Prof. Riyanarto Sarno menjelaskan bahwa SINTA merangkum data publikasi konferensi dan jurnal, serta kualitas berdasarkan kriteria index Scopus. Selama tiga tahun terakhir, jumlah publikasinya yang berhasil terindeks Scopus ada sebanyak 48 artikel dan 142 conferences.

Dalam hal publikasi ilmiah, peraih SINTA Award 2019 di kategori Penulis Ilmiah Terproduktif ini menyebutkan berbagai bidang yang menjadi interest-nya. Di antara bidang-bidang itu adalah yang berkaitan dengan bidang Artificial Intelligence dan Machine Learning.

“Lebih spesifik, yang bertujuan untuk diimplementasikan di bidang Medical, Enterprise, Process Mining, dan Business Process Management,” ungkapnya.

Upaya untuk mempergiat kegiatan ilmiah ini dilakukan Prof. Riyan dengan sering memberikan pendampingan kepada mahasiswanya, baik di tingkat sarjana, magister, maupun doktoral, agar ikut giat melakukan penelitian.

“Kemudian, penelitian tersebut dapat menjadi bahan publikasi dan dimanfaatkan oleh mahasiswa atau peneliti lain. Di samping itu, kunci dari riset dan publikasi ilmiah ini adalah fokus dan giat berkolaborasi,” bebernya.

Atas pencapaiannya mengantongi ranking satu Scopus dari 197.490 peneliti yang ada di Indonesia, guru besar berkacamata itu berharap dapat menjadi motivasi dosen, peneliti, dan mahasiswa, khususnya di ITS, supaya meningkatkan kegiatan penelitian untuk menemukan invensi dan inovasi.

“Harapannya, berangkat dari sana akan muncul publikasi ilmiah dan karya itu dapat dihilirkan menjadi produk yang bernilai ekonomi,” pungkas Prof. Riyan. (*)

Apa Tanggapan Anda ?