Nasional

Sasrabahu, Solusi Pertukaran Mahasiswa antar Perguruan Tinggi Negeri

SURABAYA - Saat ini jumlah mahasiswa Indonesia yang melakukan pertukaran pelajar ke luar negeri jauh lebih banyak dari pada ke dalam negeri. Padahal dengan program baru Sasrabahu bisa membangun jejaring persaudaraan, baik dosen maupun mahasiswa dalam meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, maupun pengabdian masyarakat.

Sasrabahu merupakan singkatan dari Sistem Pertukaran Mahasiswa antara Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum. Platform Sasrabahu dibuat untuk memudahkan dalam mengambil mata kuliah di sesama kampus Perguruan Tinggi Negeri - Badan Hukum (PTN-BH) bagi mahasiswa.

Konsorsium PTN-BH memberikan amanah pada Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur untuk membangun Sasrabahu, platform pertukaran mahasiswa antar PTN-BH se-Indonesia.

Mahasiswa hanya tinggal klik mata kuliah yang telah tersedia di platform Sasrabahu seperti mengambil Kartu Rencana Studi (KRS) pada umumnya. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan program Sasrabahu ini secara online .

“Apresiasi dan terima kasih kepada ITS yang telah menyiapkan Sasrabahu ini dengan baik,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Prof Ir Nizam MSc DIC PhD.

Kepala Subdirektorat Pengembangan Akademik ITS Bagus Jati Santoso S.Kom PhD menyatakan bahwa sistem Sasrabahu dirancang dengan user experience selayaknya berbelanja daring di marketplace. Sehingga mahasiswa diperbolehkan untuk mengambil mata kuliah di perguruan tinggi lain yang nantinya dirumuskan dan disepakati dengan skema full credit transfer oleh masing-masing administrator perguruan tinggi.

Mengenai proses Sasrabahu, Bagus yang merupakan bagian tim pengembang aplikasi tersebut menjelaskan alurnya. Pertama, mahasiswa membuat akun pada laman sasrabahu.id yang selanjutnya akan disetujui oleh admin lokal PTN-BH asal.

Setelah admin lokal PTN-BH asal memasukkan mata kuliah yang ditawarkan, mahasiswa bisa memilih mata kuliah dan mengunggah surat persetujuan dosen wali. Kemudian, admin lokal PTN-BH asal menyetujui pengambilan mata kuliah mahasiswa outbound.

Sedangkan admin lokal PTN-BH tujuan akan menyetujui penerimaan mahasiswa inbound. “Baru setelah penerimaan Sasrabahu diumumkan, mahasiswa bisa melaksanakan perkuliahan di kampus pilihan mereka,” jelasnya.

Baca Juga :  Mahasiswa Bidikmisi Berupaya Banggakan Orang Tua

Sementara itu, Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng menjelaskan bahwa sistem ini didesain semudah mungkin baik bagi mahasiswa maupun administrator akademik pada masing-masing perguruan tinggi. “Sehingga, data seperti informasi mahasiswa dan nilai bisa terintegrasi dengan baik,” terang rektor yang biasa disapa Ashari ini.

Guru besar Teknik Elektro ini juga menyatakan jika Sasrabahu juga akan mewujudkan program Kampus Merdeka yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sendiri. “Mahasiswa akan memiliki wawasan yang sangat luas dan bisa saling berbagi ilmu pengetahuan serta praktikum yang memberikan efek jauh lebih bagus,” ungkapnya.

Sampai saat ini sudah terdapat 12 PTN-BH di Indonesia yang berpartisipasi. Sasrabahu masih pada step pertama dan diharapkan bisa dikembangkan sampai seluruh perguruan tinggi negeri di Indonesia yang jumlahnya mencapai 92.

“Bahkan bisa diperluas sampai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia yang jumlahnya mencapai 4.700,” jelasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?