Daerah Kegiatan

Angkat Potensi Ekonomi Kreatif, dari Branding Usaha Hingga Tanam Jeruk Nipis

MAGELANG – Sebagai pengganti Kuliah Kerja Nyata (KKN), Universitas Muhammadiyah Magelang (UMMagelang) menerapkan program Pengabdian Pada Masyarakat Terpadu (PPMT). Program ini diharapkan bisa menjadi terobosan bagi mahasiswa agar bisa lebih memaksimalkan baik potensi mahasiswa itu sendiri maupun masyarakat luas. Beranggotakan 4-5 mahasiswa setiap tim, diharapkan program kerja yang dirancang dapat dimaksimalkan oleh seluruh anggota kelompok.

Dengan mengusung tema Ekonomi Kreatif Berbasis Wirausaha, Kelompok PPMT di Dusun Tangkil, Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, mahasiswa mencoba menggali potensi masyarakat dengan bidang wirausaha khususnya industri rumah tangga. Selain itu, kelompok PPMT ini juga mengenalkan kepada penggiat usaha yang ada di Dusun Tangkil untuk mulai memanfaatkan teknologi informasi sebagai salah satu upaya untuk melakukan branding terhadap usahanya, Senin (18/5/2020).

Atasi Kendala Usaha

Tim PPMT UMMagelang di Dusun Tangkil, Ngargomulyo, Dukun, Magelang. (foto; Humas UMMagelang)

Melalui digital branding diharapkan kelompok mahasisawa PPMT dapat mengenalkan kepada masyarakat luas terhadap potensi yang ada di Dusun Tangkil. Sejauh ini terdapat 3 wirausaha yang sudah mencoba bermitra bersama mahasiswa untuk mengembangkan usaha mikronya. Di antaranya produksi criping kimpul (talas), criping monggleng, peyek teri hingga produksi serbuk jahe.

Beberapa masalah seperti pengemasan, perizinan, pelabelan hingga pemasaran menjadi dasar bagi kelompok mahasiswa untuk membantu masyarakat. Tim PPMT diketuai sekaligus didampingi oleh Dosen Pendamping, Pristi Sukmasetya, S.Komp., M.Kom. Yang beranggotakan empat mahasiswa, yaitu Andi Rochiyanto (Teknik Industri), Chandra Nur Hidayat (Teknik  Informatika), Anisatun Nafiah (Teknik Informatika) dan Nur Ita Sari (Pendidikan Agama Islam). Mereka berkolaborasi dengan wirausaha untuk kemudian memberikan solusi bagi permasalahan yang dialami.

Selain itu program tanam seribu pohon jeruk nipis menjadi salah satu program yang diunggulkan, melihat kondisi tempat yang sangat cocok. Mahasiswa berharap dengan adanya program tanam seribu pohon jeruk, Dusun Tangkil dapat mejadi produsen jeruk nipis yang besar, melihat dari kebutuhan akan jeruk nipis memang sangat dibutuhkan. Hal ini direspon baik oleh Kepala Dusun Tangkil beserta segenap warganya dengan melakukan tanam serentak pohon jeruk nipis. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?