Daerah Kegiatan

Di ‘Kampung Pemulung’, Mahasiswa UMMagelang Gelar Kegiatan Keagamaan

Siedoo, Selama kurang lebih tiga bulan, mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Magelang (HES UMMagelang) mengadakan kegiatan sosial. Kegiatan dilakukan dalam rangka Program Pengabdian kepada Masyarakat Terpadu (PPMT). Program ini merupakan program pengabdian terintegrasi yang dilaksanakan atas kerjasama dosen dengan mahasiswa.

Kegiatan PPMT dimaksud  dilaksanakan di Kampung Kiringan Baru, Kelurahan Tidar Utara, Kecamatan Tidar Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah. Daerah tersebut juga dikenal dengan ‘Kampung Pemulung’. PPMT dilakukan oleh Eko Kurniasih Pratiwi sebagai ketua pelaksana sekaligus dosen pembimbing, beserta 5 orang mahasiswa yaitu, Nur Chotimah, Himma, Rice, Agnes Agustina dan Pambudi Utoro.

Aspek Religiusitas dan Pendidikan

Program yang dilaksanakan di Kampung Kiringan Baru ini lebih kepada penguatan aspek religiusitas dan pendidikan. Program diawali dengan melihat secara langsung kondisi lokasi serta merencanakan program yang dibutuhkan oleh warga setempat.

“Beberapa program yang telah terlaksana adalah pembuatan pojok baca, penyelenggaraan TPQ dan bimbingan belajar untuk anak,” ujar Pratiwi, Jumat (17/4/2020).

Kegiatan TPQ dan bimbingan belajar dilaksanakan setiap hari Senin sampai dengan Jum’at mulai pukul 14.00-16.00 WIB. Anak-anak antusias mengikuti kegiatan TPQ dan bimbingan belajar di tengah keterbatasan tempat serta sarana dan prasarana pembelajaran.

“Tak hanya untuk anak-anak, mahasiswa PPMT juga mengadakan kegiatan yang ditujukan untuk para bapak dan para ibu di kampung tersebut seperti mengadakan pengajian dan bimbingan membaca Alqur'an untuk ibu-ibu,” ungkap Pratiwi.

Program yang lain adalah pelatihan untuk meningkatkan sumber daya ekonomi seperti ternak lele bagi para bapak dan remaja laki-laki. Sedangkan pelatihan mendaur ulang sampah plastik bagi para ibu.

“Kegiatan ini sedianya dilaksanakan sampai bulan April, namun karena kondisi yang tidak memungkinkan berkaitan dengan darurat Covid-19, maka kegiatan belum bisa dilaksanakan kembali,” tambah Pratiwi.

Menambah Pengalaman

Tantangan terbesar bagi mahasiswa dalam program ini adalah kondisi akses jalan yang kurang memadai sampai lokasi, apalagi di musim hujan. Namun dengan penuh semangat tim tetap bisa melaksanakan program sesuai dengan yang direncanakan.

Selanjutnya Pratiwi pelaksana menjelaskan, tujuan program ini adalah untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk berbagi dengan masyarakat serta memunculkan kepedulian kepada lingkungan. Masih ada program yang akan dilaksanakan setelah darurat Covid-19 berlalu, dan setelah itu kami berencana untuk bekerjasama dengan Angkatan Muda Muhammadiyah.

“Seperti Nasyiatul Aisyiah, Pemuda Muhammadiyah, IMM dan IPM Kota Magelang. Agar program keagamaan yang telah terlaksanana di Kiringan Baru tetap bisa berlanjut,” pungkas Pratiwi. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?