Opini

Ternyata Belajar di Alam Bebas Membantu Perkembangan Anak

Siedoo, Secara umum banyak orang tua merasa khawatir apabila anak-anak balitanya bermain di luar ruangan. Para orang tua masih khawatir membiarkan mereka melakukan aktivitas yang dianggap terlalu berisiko, seperti memanjat pohon atau menjelajah alam. Padahal banyak penelitian menyebutkan sebaiknya anak-anak dapat menghabiskan waktu bermain di luar daripada berada di dalam ruangan.

Pada dekade terakir, sekolah-sekolah di Indonesia baru mulai memahami pentingnya waktu bermain di luar ruangan bagi anak-anak. Mereka pun mulai merancang program-program yang memasukkan sesi pembelajaran di luar kelas. Hal itu dilakukan karena permainan di luar ruangan bermanfaat untuk mengembangkan ketahanan emosional pada anak.

Kini banyak muncul program sekolah alam atau bahkan beberapa lembaga pendidikan yang mengedepankan pembelajaran di alam terbuka, yang disebut sekolah alam. Sekolah alam adalah inisiatif pembelajaran di luar ruangan sebagai alat untuk pembelajaran dan pengembangan anak.

Stimulasi Permainan Imajinatif

Melalui sekolah alam, anak-anak diberi kesempatan untuk menjelajah alam terbuka. Mereka akan belajar cara menghadapi risiko dan tantangan di alam terbuka dengan gaya mereka sendiri. Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa sekolah alam memberikan stimulasi permainan imajinatif saat bermain di alam terbuka.

Anak-anak yang bersekolah di sekolah alam merasa lebih mandiri. Mereka memiliki rasa tanggung jawab pribadi, sosial dan lingkungan yang lebih besar. Mereka dapat menerapkan keterampilan yang didapat saat sekolah alam dan mengembangkannya sebagai kemampuan non-akademis.

Mengembangkan Keterampilan Non-Akademis

Sekolah alam mendorong anak-anak untuk berpikir kreatif, dan bekerja sama dengan teman-teman mereka. Anak-anak juga merasa lebih aktif secara fisik selama berada di sekolah alam karena belajar bergerak dengan aman di area yang sulit ditebak dan menantang.

Sekolah alam memberikan kesempatan, baik bagi guru dan murid, untuk keluar dari proses belajar yang monoton di ruangan kelas. Sebagai gantinya, mereka terlibat aktif dalam pembelajaran yang mandiri. Hal ini akan mengembangkan keterampilan non-akademis dari para murid, seperti negosiasi, ketahanan mental, dan kemandirian.

Dengan memadukan kedua metode pembelajaran, anak-anak mempunyai kesempatan untuk mengembangkan berbagai keterampilan dan mempersiapkan mereka untuk masa depan, sekaligus menumbuhkan rasa cinta kepada alam bebas sejak usia dini. (*)

 

Narwan, S.Pd

Guru SD di Kabupaten Magelang

Jawa Tengah

Apa Tanggapan Anda ?