Opini

Kampus Dituntut Demokratis

Siedoo, Kebebasan akademik merupakan salah satu bentuk demokrasi secara makro. Kampus dituntut demokratis. Sebab, kampus dibesarkan dengan cara-cara yang demokratis.

Yang diagungkan adalah rasionalitas dan ekspresi apa pun sepanjang memenuhi standar rasionalitas sangat memungkinkan di kampus. Di sinilah yang membedakan demokrasi di kampus dengan demokrasi secara makro di luar kampus.

Tradisi demokratis dengan ciri kebebasan akademik tersebut membuat kampus memiliki ciri pokok rasional. Rasionalitas kampus menjadi pembentuk watak kampus yang independen.

Independensi tersebut yang kemudian membuat kampus makin bernilai atau tidak. Makin independen sebuah kampus, artinya semakin mengagungkan rasionalitasnya.

Sebaliknya, makin tidak independen sebuah kampus, artinya makin ditanggalkan dan diganti dengan ikatan kepentingan sebagaimana berlaku dalam dunia politik praktis.

Kehidupan rasional merupakan modal bagi kampus dalam memosisikan diri dalam alam demokrasi. Sebab, banyak orang, terutama politisi, yang berkepentingan terhadap kampus.

Politisi yang negarawan tidak akan pernah melakukan langkah-langkah yang merusak muruah kampus sebagai garda terdepan penjaga rasionalitas dan akal sehat.

Kaum negawaran akan terus mempertahankan kampus sebagai alat demokrasi. Kebebasan akademik dan mimbar akademik yang kuat akan memperkukuhh independensi kampus dari tarikan-tarikan kepentingan politik praktis. (*)

 

Prof. Dr. Arif Satria, SP, M.Si

Rektor IPB

(Disarikan dari berita jpnn.com)

Apa Tanggapan Anda ?