Internasional

IPB Raih Top 60 Ranking QS World University Bidang Pertanian dan Kehutanan 2020

BOGOR - Intitut Pertanian Bogor (IPB) atau IPB University berhasil menempati peringkat ke-59 by subject on Agriculture and Forestry Tahun 2020. Hal ini diumumkan dalam rilis QS World University Ranking.

Selama lima tahun berturut-turut, IPB masuk dalam jajaran kampus top 100 dunia berdasarkan QS World University Ranking by Subject on Agriculture and Forestry. Tahun ini, ada tiga bidang keilmuan di IPB yang masuk dalam daftar pemeringkatan. Yaitu, Agriculture & Forestry (51-100) tepatnya di posisi ke-59, Environmental Sciences (351-400) dan Biological Sciences (551-600).

“Ada peningkatan total score dibanding tahun sebelumnya. Tahun lalu score IPB ada di angka 65.8. Sementara tahun ini di angka 70.8, “ kata Ketua Task Force_QS WUR di IPB, Prof Dr Anas M. Fauzi.

Lebih lanjut Dekan Sekolah Pascasarjana IPB ini mengatakan, QS World University Ranking adalah salah satu sistem pemeringkatan universitas dunia yang menjadi rujukan utama.

Pemeringkatan QS World University Rangking (WUR) kali ini dilakukan terhadap 1.620 perguruan tinggi yang memenuhi syarat dari total sebanyak 4.763  institusi perguruan tinggi yang dipertimbangkan di 151 negara.

Atas hal itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menyampaikan apresiasinya.

“Luar biasa, Anda bikin kita semua bangga, Merdeka Belajar!” ucapnya dalam rilisnya.

Rektor IPB, Prof Dr Arif Satria, berterima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pe-ranking-an QS WUR. Ia mengatakan, prestasi ini adalah hasil dari kerja keras seluruh tim dalam program peningkatan kinerja penelitian dan internasionalisasi, seiring dengan makin tingginya semangat menghasilkan inovasi.

“Sejalan dengan konsep Agromaritim 4.0 yang diimplementasikan melalui pengembangan kurikulum pendidikan yang sesuai, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan pemberdayaan masyarakat juga diharapkan akan terus meningkatkan reputasi akademik IPB University,” katanya.

Menurut Business Innovation Center dalam sepuluh tahun terakhir, IPB adalah penghasil inovasi terbanyak (39 persen) di bandingkan perguruan tinggi lainnya. Namun, Arif mengatakan, pemeringkatan bukanlah tujuan, melainkan akibat atau hasil dari sebuah proses penyelenggaraan Tri Dharma secara progresif dan inovatif.

“Orientasi IPB tetap pada kontribusi sebesar-besarnya pada penguatan inovasi untuk kesejahteraan rakyat dan kemajuan bangsa,” tuturnya.

Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbud, Nizam menyampaikan, apresiasi yang tinggi atas capaian IPB.

“Belum tentu setiap perguruan tinggi dapat mempertahankan posisinya dalam 100 besar, karena penilaian tiap tahun yang cukup ketat,” ungkapnya.

“Semoga apa yang diraih IPB dapat memotivasi perguruan tinggi lainnya untuk bergerak lebih cepat meningkatkan kualitas pendidikan tingginya agar menjadi kampus kelas dunia. Ke depan, harapannya prestasi ini tidak hanya pada by subject, tetapi tembus pada hasil secara umum peringkat 100 top besar dunia,” Nizam berharap.

Ia juga menyatakan komitmen Ditjen Dikti untuk selalu mendorong dan membantu perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas melalui paket kebijakan Merdeka Belajar: Kampus Merdeka yang akan terus digalakan dan dikembangkan.

“Tentunya akan kami dorong terus kualitas perguruan tinggi, sehingga dapat menjalankan Tri Dharma dengan baik, dan menciptakan lulusan yang kompeten,” tutupnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?