Ilustrasi bencana. l sumber ; yeu.or.id

Internasional

Riset Kebencanaan, IPB Jajaki Sejumlah Lembaga di Asia Tenggara

Ads SMK IT Maarif

BOGOR - Institut Pertanian Bogor (IPB) sepakat untuk melakukan pertukaran mahasiswa dalam riset kebencanaan dan pertukaran program bidang kebencanaan dengan sejumlah lembaga di luar negeri. Pusat Studi Bencana (PSB) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat kampus setempat mulai menjajaki kerja sama dengan sejumlah lembaga di Asia Tenggara terkait kebencanaan.

Dilansir dari republika.co.id, untuk tahap awal Kepala PSB IPB  Dr. Yovitnes dan sekretaris PSB Dr. Perdinan melakukan kunjungan ke beberapa lembaga untuk merintis jalinan kerjasama di lingkup Asia Tenggara (ASEAN). Yakni SEARCA, Internasional Centre for Tropical Agriculture (CIAT) dan Resilience Institut Philipina.

"PSB dan SEARCA menyepakati untuk joint program pelatihan di bidang kebencanaan, " ujar Dr. Yonvitner, baru-baru ini.

Untuk CIAT, PSB rencananya akan melakukan kerja sama d ibidang riset adaptasi iklim dan bencana di sektor pertanian. Pokok pembahasan termasuk dalam penguatan Supply Chain dan Produktivitas pertanian.

Dalam kesempatan ini tim PSB berdiskusi tentang peluang joint riset program dengan tim CIAT yang mewakili James Ellison, Leo Kris M Palao, Joshua Martin Santos serta pertukaran riset mahasiswa post graduated.

Dilansir dari kompas.com, Yonvitner mengungkapkan kesepakatan lain yang dicapai dalam kerja sama itu adalah pertukaran mahasiswa, riset adaptasi iklim, dan bencana pada sektor pertanian, serta penguatan institut kebencanaan dikawasan Malaysia, Philipina dan Indonesia.

"Ada tiga agenda yang kami bahas yaitu training peningkatan kapasitas kebencanaan untuk perguruan tinggi, pemerintah dan masyarakat,” jelasnya.

Yonvitner pun mendorong agar kerjasama regional terus ditingkatkan mengingat akhir-akhir ini kejadian dan risiko kebencanaan semakin meningkat.

Sebab itu, sambungnya, IPB sepakat melakukan pertukaran mahasiswa dalam melakukan riset kebencanaan, serta pertukaran program bidang kebencanaan.

Dr. Perdinan juga memaparkan pengalaman mengenai climate disaster dan prediction kepada jaringan mahasiswa Universitas of Philipines (UP) yang dihadiri oleh 16 member of University of Philipines, ASEAN, India dan Jepang.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya PSB IPB university untuk terus berkontribusi pada level regional bidang kebencanaan. PSB akan terus melakukan koordinasi dan penguatan kerjasama regional.

"Sebuah langkah kecil namun diperlukan untuk mendapat manfaat lebih besar bagi masyarakat dan sebagai bentuk integritas dari inovasi kita kepada masyarakat," tandasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?
Ads Samanata