Nasional

Kemenag Prioritaskan PPG, PTKI Jangan Terlalu Banyak Terima Mahasiswa Tarbiyah

JAKARTA - Lima tahun kedepan, Kementerian Agama (Kemenag) akan memprioritaskan program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Hal ini menyusul masih banyak guru yang belum tersertifikasi. Karenanya, kementerian tersebut meminta Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) untuk tidak terlalu banyak menerima mahasiswa tarbiyah.

“Akan dibuat surat edaran se-Indonesia terutama untuk para rektor-rektor dihimbau tidak menerima mahasiswa tarbiah yang terlalu banyak. Paling tidak hanya satu kelas. Karena fakultas tarbiah paling banyak di PTKIN,” kata Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Kamaruddin Amin dilansir dari kemenag.go.id.

“Mari kita bersama melakukan yang terbaik agar pendidikan Islam di Indonesia maju dan berkualitas di masa yang akan datang,” tambahnya.

Menurutnya, PPG harus menjadi instrumen yang bisa mentransformasi kualitas para guru madrasah. Kurikulum yang diajarkan harus betul-betul dinamis dan memenuhi kebutuhan secara memadai seperti kompetensi kompetensi yang dimiliki guru. Dan, harus direvitalisasi lembaga yang berkualitas dan memadai, mewujudkan cita - cita bersama.

“Yang harus direvitalisasi yaitu kurikulum terhadap kebutuhan. Termasuk di antaranya yang sangat penting adalah visi menteri agama yaitu moderasi beragama, pendidikan yang toleransi. Moderasi beragama harus menjadi materi wajib dalam pelatihan guru. Karena ini salah satu syarat dalam negara yang maju,” jelasnya.

Kasubdit Bina GTK MI/MTs, Ainurrafiq mengakui, proses seleksi akademik PPG sangat membutuhkan penataan data. Menurutnya, keberadaan Simpatika sangat membantu.

“Simpatika setelah disurvei berbagai lokasi ternyata sangat membantu mulai awal guru mendapatkan NUPTK sampai bisa melaksanakan PPG,” ujar Rofiq.

Kepala Seksi Bina Guru MI/MTS, Mustofa Fahmi mengatakan, seleksi akademik 2019 merupakan kali pertama dimana Tempat Uji Kompetensi (TUK) ditentukan Kementerian Agama. Sebelumnya,  TUK menggunakan sarana yang difasilitasi sekolah umum.

Untuk tahun 2019, lanjut Fahmi, ada 128.000 guru madrasah yang mendaftar. Setelah dilakukan verifikasi, hanya 32.000 yang lulus passing grade. Dari jumlah tersebut, kuota PPG yang tersedia di tahun 2019 hanya untuk 6.800 guru. Sisanya akan menjadi prioritas tahun depan.

“Peserta PPG 2019 akan dibekali bimbingan belajar yang dilengkapi dengan modul. Uji pengetahuan bersama akan digelar pada 23 - 24 November 2019,” terang Fahmi. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?