Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, Suyitno. I foto : kemenag.go.id

Kegiatan Nasional

20 Karya Tulis Ilmiah Guru Madrasah akan Dipresentasikan dalam Simnas di Surabaya

Iklan SMA Mutual

JAKARTA - Dalam Simposium Nasional (Simnas) Guru Madrasah yang menjadi rangkaian Hari Guru Nasional 2019 di Surabaya, Jawa Timur, 2-3 Desember mendatang akan ada presentasi 20 karya tulis ilmiyah guru madrasah. Karya tulis tersebut merupakan hasil seleksi dari 531 karya tulis ilmiyah yang masuk.

“Akan ada panel, di mana karya tulis yang memenuhi kriteria, akan dipresentasikan di hadapan peserta simposium,” kata Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, Suyitno.

20 karya tulis yang akan dipersentasikan, dibagi dalam sembilan sub tema, yaitu:

1) Profesi guru: tantangan dan peluang di Era 4.0

2) Moderasi beragama: peran guru, kamad, dan pengawas

3) Peran strategis pengawas dalam penjaminan mutu madrasah

4) PTK/PTS/M: best practice

5) Internalisasi nilai Islam dalam pembelajaran MIPA

6) Inovasi pengelolaan madrasah

7) Profesionalisme pengawas: strategi dan inovasi supervise

8) Kepemimpinan pembelajaran kepala madrasah

9) Entrepreneurship di madrasah.

"20 artikel terbaik akan diberikan pendampingn untuk diterbitkan di jurnal Nasional. Sedangkan artikel lainnya setelah perbaikan akan dicetak dalam bentuk prosiding," terang Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang ini.

Selain peserta panel, lanjut Suyitno, akan ada narasumber lain, diantaranya Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin dan Pengasuh Pesantren Tebu Ireng, KH. Sholahuddin Wahid.

InsyaAllah akan dibuka oleh Menteri Agama,” terangnya.

Simnas guru madrasah akan dihadiri oleh guru dan tenaga kependidikan madrasah di Jawa Timur, tamu undangan serta pegiat pendidikan.

Simposium digelar untuk memberikan tempat atau ruang bagi Guru dan Tenaga Kependidikan di lingkungan Madrasah dan Raudlatul Athfal (RA) dalam mengembangkan dan menyampaikan ide, gagasan terkait pengembangan pendidikan.

“Para guru dan kepala madrasah harus memiliki ruang untuk menyampaikan ide dan gagasannya,” ujar Suyitno.

Dikatakan Suyitno, simposium ini mengangkat tema Guru Madrasah yang Profesional dan Moderat di Era Distrupsi. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?