Nasional

Ormawa di PTKIN Diharap Memiliki Paradigma Fastabiq al Khairat

LAMPUNG - Organisasi mahasiswa (ormawa) pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) diminta merancang progam-program guna mengembangkan bakat dan minat mahasiswa. Tujuannya agar organisasi mahasiswa mampu menjadi wadah lahirnya mahasiswa juara.

Kasi Kemahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ruchman Basori menyatakan, rancangan program perlu dilakukan berbagai ormawa di kampus. Mulai dari Senat Mahasiswa (SEMA), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), hingga Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ).

"Para bintang atau sang juara harus diciptaan dengan pelbagai pendidikan dan pelatihan bukan dibiarkan begitu saja layaknya pemain alam,” tutur Ruchman saat di UIN Raden Intan, Bandar Lampung sebagaimana ditulis kemenag.go.id.

Ia berharap pimpinan PTKIN dan aktivis organisasi mahasiswa mempunyai paradigma berpikir fastabiq al khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan. Paradigma ini berorientasi mutu dalam mengembangkan program dan kegiatan kemahasiswaan.

“Perlunya kesadaran kolektif pimpinan PTKIN bahwa mutu menjadi paradigma utama pengembangan kampus,” ujarnya.

Selain itu menurut mantan Ketua SEMA IAIN Walisongo 1998 – 1999 ini, kampus PTKIN juga perlu menciptakan suasana kondusif bagi lahirnya para juara. “Termasuk pemenuhan sarana dan prasarana pengembangan bakat minat, pemberian penghargaan bagi para juara, dan pendanaan yang memadai,”imbuh Ruchman.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Lampung Syaiful Anwar mengatakan pihaknya tengah melakukan pembenahan tata organisasi kemahasiswaan.

“UIN Lampung juga melakukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar bisa menjalankan roda organisasinya dengan baik,” tutur Syaiful Anwar.

Senada dengan Ruchman, Syaiful pun berharap pengurus organisasi mahasiswa mampu berkontribusi positif untuk tercapainya visi dan misi UIN. “Pengurus ormawa juga perlu terampil merancang dan menjalankan program, melakukan komunikasi efektif, dan membangun jejaring (networking) dengan baik,” pesan Syaiful.

Saat ini UIN Raden Intan memiliki mahasiswa sekitar 29.000 orang dengan 18 Organisasi Kemahasiswaan dan menjadi perguruan tinggi yang cukup diperhitungkan di wilayah Lampung dan sekitarnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?