Pancasila dan lambangnya. l sumber : freedomsiana.id

Nasional

Simposium Nasional Penanaman Nilai Pancasila Hasilkan Empat Rekomendasi


MALANG - Simposium Nasional Penanaman Nilai Pancasila sebagai Wahana Pembangunan Watak Bangsa telah menghasilkan empat rumusan rekomendasi. Rekomendasi tersebut adalah :

1) Intensitas penanaman dan pemantapan nilai Pancasila sebagai wahana pembangunan watak bangsa perlu dilakukan di semua jenis, jenjang dan jalur pendidikan

2) Implementasi penanaman dan pemantapan nilai Pancasila dilakukan antara lain melalui peningkatan pemahaman, penghayatan, penciptaan suasana, pembiasaan, apresiasi dan keteladanan

3) Pemantapan mata pelajaran PPKn dilakukan melalui penguatan pembelajaran yang lebih menekankan pada aspek nilai, sikap, dan perilaku

4) Pendidikan dan pelatihan guru lebih menekankan pada pengembangan kiat-kiat dan praktik baik internalisasi nilai Pancasila pada semua mata pelajaran.

Mendikbud Muhadjir Effendy menyatakan penanaman nilai Pancasila sebagai wahana pembangunan watak atau karakter bangsa adalah penting. Karena itu, seluruh satuan pendidikan mempunyai tanggung jawab moral dalam penanaman nilai Pancasila sedini mungkin.

Dijelaskan, mata pelajaran Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), belum memiliki dampak besar terhadap pembentukan karakter siswa. Hal ini disebabkan belum adanya implementasi penanaman nilai-nilai Pancasila secara konkret di sekolah, melainkan hanya sebatas pengetahuan.

“Karena itu, dibutuhkan mata pelajaran yang memiliki posisi sebagai pemandu terhadap proses kegiatan belajar mengajar yang ada di satuan pendidikan, termasuk pembelajaran yang ada di masyarakat maupun keluarga,” ujar Mendikbud saat Simposium Nasional Nasional Penanaman Nilai Pancasila di Kota Malang, Jawa Timur akhir pekan lalu.

Strategi pengajaran Pancasila, jelas Mendikbud, akan diarahkan untuk lebih banyak memberikan contoh mengenai penanaman nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Kemendikbud telah melatih sebanyak 1.028 guru pendidikan dasar dari 514 kabupaten/kota di Indonesia. Saya harap guru-guru itu bisa, metode pengajarannya dari sebelumnya berorientasi pada pengetahuan pada jenjang pendidikan dasar menjadi penerapan nilai Pancasila,” ujar Mendikbud.

Pembantu Rektor IV Universitas Negeri Malang (Purek IV UM), Ibrahim Bafadal, menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan Kemendikbud ini.

Hal tersebut penting dilakukan, karena menurutnya, pada hakikat pendidikan adalah untuk menumbuhkembangkan watak, intelektualitas dan jasmani sehingga tidak ada pendidikan tanpa pembentukan watak di dalamnya.

“Terjadi pertengkaran antarsuku, perundungan antarsiswa, geng motor pelajar. Hal ini menunjukkan bahwa ada sesuatu dengan karakter anak-anak kita," katanya.

Padahal karakter anak Indonesia, lanjutnya, akan menentukan watak bangsa yang akan datang dan watak bangsa ini adalah kehidupan. Kalau anak-anak muda wataknya baik, secara proyektif maka masa depan bangsa kita akan baik.

"Tetap sebaliknya, apabila karakter anak-anak kita tidak bagus maka ke depan watak bangsa kita juga tidak baik sehingga ada kata-kata karakter adalah sebuah kehidupan,” pungkas Ibrahim. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?