Dua dosen S1 Keperawatan Fikes UM Magelang melakukan Program Kemitraan Universitas (PKU) bagi Perawat Rumah Sakit dr. Soedjono Magelang. Program ini dalam rangka Pemberian asuhan keperawatan pada anak diare.

Daerah

Angka Diare Anak Tinggi, Dua Dosen Turun Tangan


MAGELANG – Dosen tidak hanya memiliki tanggung jawab mengajar di dalam ruang kelas semata. Tetapi juga memiliki peran untuk terlibat dalam pengembangan kemampuan di luar kampus. Seperti yang diterapkan dua dosen dari Universitas Muhammadiyah Magelang, Jawa Tengah.

Keduanya adalah Ns. Septi Wardani, M.Kep dan Ns. Reni Mareta, M.Kep. Dua dosen S1 Keperawatan Fikes UM Magelang melakukan Program Kemitraan Universitas (PKU) bagi perawat Rumah Sakit dr. Soedjono Magelang dalam pemberian asuhan keperawatan pada anak diare.

Berdasarkan data dari pelayanan medis Rumah Sakit dr. Soedjono Magelang, kejadian diare pada anak masih cukup tinggi. Dari Januari sampai Desember 2016, terdapat sebanyak 439 pasien. Data dari hasil penelitian Wardani (2016) tentang peran perawat dalam tatalaksana diare akut pada anak, menunjukkan adanya kelemahan. Ini didapatkan dari tatalaksana diare yang sudah dilakukan perawat di bangsal anak.

Dengan alasan tersebut, dua dosen itu menyatakan keprihatinan dan mendorong diri untuk terlibat dalam program kemitraan universitas. Kegiatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan perawat tentang peran perawat dalam asuhan keperawatan anak diare. Serta, untuk meningkatkan peran perawat dalam pemberian asuhan keperawatan anak diare. Disamping itu juga agar terdapat Kegiatan Pelatihan Diare (KPD) pada ruang anak.

Septi Wardani mengatakan, sebanyak 18 perawat yang berasal dari tujuh ruangan di RS dr. Soedjono Magelang mengikuti kegiatan yang diadakan dari Agustus hingga November 2017. Kegiatan yang dilakukan yakni pre test, sosailsisasi berupa penyampaian hasil penelitian yang dilakukan sebelumnya.

“Serta pemberian pelatihan kepada perawat anak tentang peran perawat dalam pemberian asuhan keperawatan pada anak diare. Dengan menerapkan lima langkah tuntaskan diare (Lintas diare). Serta praktek pengkajian diare dan penilaian derajad dehidrasi,” jelasnya.

Peserta juga mengikuti post test untuk mengetahui hasil kegaitan tersebut. Dari hasil post tes diketahui bahwa pengetahuan perawat tentang peran perawat dalam asuhan keperawatan anak diare, mengalami peningkatan sebanyak 77,78%.

Selain itu Septi dan Reni juga mengadakan Kegiatan Pelatihan Diare (KPD) di ruang anak, pendampingan perawat anak dalam memberikan asuhan keperawatan pada anak diare. Serta evaluasi penerapan lintas diare pada pemberian asuhan keperawatan anak diare.

Dengan menggunakan pelatihan dan pendampingan perawat anak dalam pemberian asuhan keperawatan pada anak diare, melalui Lintas diare, saat ini di RS dr. Soedjono Magelang telah terbentuk Kegiatan Pelatihan Diare (KPD) di ruang perawatan anak. Septi berharap, kegiatan PKU tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap perawat, rumah sakit, keluarga dan masyarakat.

Dampak bagi perawat adalah dapat melaksanakan perannya dengan lebih optimal. Adapun bagi rumah sakit akan meningkatkan pelayanan kepada klien dan keluarga. Serta, akan menghemat biaya perawatan anak.

“Berharap dapat direalisasikannya kerjasama dalam bidang pengabdian kepada masyarakat dengan rumah sakit,” katanya.

Sementara itu Sukeni, salah satu perawat mengatakan kegiatan pengabdian tersebut sangat bermanfaat. Bersama teman-temannya, Sukeni berharap kegiatan tersebut dapat kembali diadakan agar dapat terus meningkatkan pengetahuan. Selain itu, kompetensi kinerjanya sebagai perawat dapat meningkat.

Apa Tanggapan Anda ?