Mahasiswa UM Magelang, Jawa Tengah pamerkan produk unggulan di Expo KKN ke 48. | foto : Siedoo

Daerah

Harapkan KKN Membantu Masyarakat Entaskan Kemiskinan


MAGELANG - Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang, Jawa Tengah dengan tema “Implementasi IPTEKS dalam Penanggulangan Kemiskinan di Wilayah Kabupaten Magelang” diharapkan dapat memberikan stimulus bagi mahasiswa dalam proses interaksi di masyarakat. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan dapat ikut serta membantu masyarakat dalam mengentaskan kemiskinan.

"Baik melalui kesenian dan wisata, kerajinan, maupun produk makanan lokal,” kata Rektor UM Magelang, Ir. Eko Muh Widodo, MT saat di Expo KKN sekaligus menutup kegiatan KKN Tematik ke-48.

Setelah menjalankan kewajiban KKN selama satu bulan, sebanyak 401 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang yang terdiri dari 84 laki-laki dan 317 perempuan menggelar kegiatan Expo potensi desa tempat KKN di Pendopo Lapangan drh. Soepardi Sawitan, Mungkid. Acara ini dihadiri pejabat di Pemkab Magelang, seperti Bappeda, camat, dan kadus dari setiap kelompok KKN.

Adapun beberapa penampilan yang ikut memeriahkan Expo KKN yakni sendra tari Sinwamira dari mahasiswa PGSD dan perform musik dari mahasiswa UKM Musik. Kemeriahan Expo KKN ini juga mengundang perhatian masyarakat Kabupaten Magelang untuk hadir ke stand-stand.

Harapannya dengan diadakan kegiatan KKN ini, masyarakat desa dapat memaksimalkan potensi yang ada untuk mengentaskan angka kemiskinan. Mulai dari produk makanan, kerajinan, maupun kesenian yang ada.

Mengingat data terakhir dari Pemerintah Kabupaten Magelang angka kemiskinan berada di 11,23%. Diharapkan dengan adanya program KKN bisa ikut membantu pemerintah untuk menurunkan hingga diangka 7%.

Ketua Panitia KKN Tematik Ke-48 UM Magelang Subur, S.Pd.I, M.S.I, mengungkapkan bahwa expo ini merupakan puncak kegiatan KKN dan ajang pemaparan mahasiswa dalam mengimplementasikan program-program mahasiswa, selama mengabdikan diri di masyarakat  di masing-masing desa tempat KKN. Dalam kegiatan expo KKN, mahasiswa memamerkan produk olahan unggulan dari 4 kecamatan (Kecamatan Mertoyudan, Mungkid, Muntilan, dan Salam).

Adapun beberapa produk olahan yang dipamerkan, diantaranya seperti kerajinan dari sampah plastik dan botol bekas, kerajinan sandal lantai, produk lilin aromaterapi dari tumbuh tumbuhan herbal, olahan abon pepaya, olahan abon salak, olahan abon jantung pisang, dan sirup salak. Untuk olahan abon salak sendiri berasal dari Kecamatan Salam yang notabene di wilayah dengan jumlah produksi salak terbesar di daerah Magelang.

"Selain itu, ada juga pemberdayaan perekonomian desa melalui kesenian maupun keterampilan berwirausaha,” ujar Subur.

Sebanyak 40 stand pameran dinilai oleh tim untuk diberikan penghargaan stand terbaik dan pembuatan poster paling kreatif. Adapun beberapa kriteria penilaian yang dijadikan acuan stand terbaik yaitu komposisi pembuatan stand. Termasuk hiasan dan tata letak produk pameran, pemasaran produk, dan pelayanan.

Sedangkan untuk poster memiliki kriteria penilaian yang bagus, menarik dan dapat mempresentasikan program unggulan saat KKN atau produk unggulan yang diusung oleh masing-masing kelompok. Panitia juga memberikan penghargaan bagi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) terbaik.

Diantaranya Dra. Sri Margowati, M.Kes, Aftina Nurul Husna, S.Psi., MA, Dakum, S.H.I., M.H, dan R. Arri Widyanto, S.Kom., M.T. Keempat dosen pembimbing lapangan tersebut diambil dari setiap kecamatan yang ditempati mahasiswa KKN.

Selama kegiatan KKN bahkan sebelum penerjunan keempat dosen tersebut aktif melakukan pendampingan dan mengunjungi posko KKN. Disisi lain juga kelompok yang dibimbing memiliki administrasi yang lengkap dan tertata. (Siedoo) 

Apa Tanggapan Anda ?
Dirgahayu RI Kota Magelang