Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara dalam studium general penerimaan mahasiswa baru UNY. | foto : Humas UNY

Nasional

Mahasiswa Baru UNY, Aktor Perubahan bagi Indonesia


YOGYAKARTA - Kedatangan mahasiswa baru Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai harapan baru bagi Indonesia. Bertambahnya aktor perubahan bagi Indonesia yang lebih maju dan gemilang.

“Kedatangan Anda di UNY, adalah wujud doa dan harapan orang-orang tua dari berbagai kalangan, dari berbagai sudut negeri, akan masa depan yang lebih baik dengan pendidikan,” kata Rektor UNY Sutrisna Wibawa.

Rektor menyampaikan itu saat di hadapan mahasiswa baru UNY di GOR UNY. Rektor mengajak mahasiswa baru untuk mengarungi dunia tanpa rasa takut ataupun cemas. UNY akan menyiapkan para mahasiswa menjadi pribadi-pribadi yang matang dengan mengasah softskill maupun hardskill.

"Mengembangkan keilmuan dengan penelitian, dan berdedikasi tinggi melalui pengabdian," jelasnya.

Wakil Rektor I UNY Margana mengatakan, tahun ini UNY menerima 7.754 mahasiswa. Mereka terdiri dari 801 mahasiswa D4, 5.589 mahasiswa S1, 1.312 mahasiswa S2 dan 151 orang mahasiswa S3.

“Selain itu UNY juga mengampu PPG Dalam Jabatan sebanyak 1.502 orang dan 51 orang Program Profesi Insinyur,” jelas Margana.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara dalam studium general penerimaan mahasiswa baru UNY mengatakan, nilai tambah, makin dibutuhkan dalam era digital, jika mahasiswa dan kampus mau meng-upgrade, menyesuaikan kebutuhan pada era revolusi industri 4.0. Berbagai keterampilan baru yang dibutuhkan era ini terutama dalam hal internet of things dan sensor artificial intelligent. 

Di masa depan lebih banyak dibutuhkan guru atau dosen yang interaktif, yang lebih banyak bersifat konseling atau mentoring, bukan hanya mengajarkan satu arah.

"Jika tidak memiliki nilai tambah yang applicable, maka kita akan kalah," katanya.

Dalam pidatonya berjudul ‘Peran Teknologi Informasi Dalam Menghasilkan SDM Unggul Untuk Indonesia’, Rudiantara mengatakan perubahan akibat teknologi digitalisasi berlangsung begitu cepat. Banyak timbul disiplin ilmu baru, keterampilan baru, lapangan kerja baru dengan kualifikasi serba baru.

“Kita harus antisipasi dan bersikap adaptif untuk perubahan tersebut,” jelasnya.

Dikatakan bahwa, 10 tahun kedepan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan meningkat pesat menjadi nomor 5 dunia. Untuk itu, para mahasiswa harus mengisi masa depan Indonesia dan perlu sumber daya manusia berbasis digital talent.

Mahasiswa juga harus merebut kesempatan digital, seperti membuat perusahaan start-up.

"Kita harus menjadi bagian yang cepat dan adaptif terhadap perubahan. Agar kita bisa menundukkan perubahan itu sendiri," jelas Radiantara. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?
Dirgahayu RI Kota Magelang