Kenalkan tokoh NU, LP Ma’arif PWNU Jateng dan Girl Rising Kembangkan Explore More. | foto : LP Ma'arif PWNU Jateng

Daerah

Mempersiapkan Masa Depan, Siswa Bisa Melihat Tokoh Idola NU

Iklan SMA Mutual

BLORA - Di organisasi Nahdlatul Ulama (NU) banyak tokoh idola, dari kiai lokal sampai internasional. Mulai dari perempuan maupun laki-laki, baik yang sudah wafat atau yang masih hidup. Sebut saja ibunda KH. Hasyim Asyari, yaitu Nyai Halimah, istrinya yaitu Nyai Hj. Nafiqah, dan lainnya, istri para Walisongo, sampai istrinya Gus Dur Nyai Sinta Nuriyah.

“Kalau tokoh kiai laki-laki ya ada Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asyari, KH. Wahid Hasyim, Gus Dur, sampai Mbah Maimun Zubair, dan lainnya. Semua tokoh-tokoh NU ini dapat memberi motivasi kepada siswa-siswi Ma’arif untuk menyiapkan masa depan mereka,” kata Wakil Ketua LP Ma’arif PWNU Jateng Fakhrudin Karmani.

Ia mengatakan itu saat kegiatan Explore More yang menghadirkan Program Manager Explore More Bachri Wasmiyati di MTs Ma’arif 1 Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Usai menjalin kerjasama dengan organisasi Girl Rising yang fokus menangani masalah pendidikan, Lembaga Pendidikan Ma’arif PWNU Jawa Tengah menindaklanjutinya dengan berbagai program. Salah satunya di Blora tersebut.

Fakhrudin mengapresiasi kepedulian Girl Rising dalam menguatkan kompetensi guru-guru Ma’arif dalam menguasai metodologi pembelajaran berbasis cerita.

“LP Ma’arif PWNU Jateng bekerjasama dengan Girl Rising melalui program Explore More ini ingin memberikan penguatan kepada guru-guru Ma’arif tentang pengetahuan kekuatan cerita-cerita kesuksesan dalam memberikan motivasi kepada peserta didik,” katanya.

Menurut dia, kesuksesan dimulai dari mimpi. Untuk membangun mimpi, anak-anak harus sering membaca kesuksesan orang lain atau tokoh-tokoh idola.

Bersama puluhan guru, LP Ma’arif PWNU Jateng dan Girl Rising menggelar kegiatan Explore More yang menghadirkan Program Manager Explore More Bachri Wasmiyati dan Wakil Ketua LP Ma’arif PWNU Jateng Fakhrudin Karmani. Program Manager Explore More Bachri Wasmiyati mengatakan, program ini bertujuan membantu guru-guru dalam membimbing para siswa untuk mengidentifikasi, mengartikulasikan dan berbagi pengalaman.

Selain itu, program ini membantu siswa untuk membangun kepercayaan diri, kesadaran diri dan tekad berbuat kebaikan.

"Cerita yang disampaikan pada anak memiliki banyak kekuatan. Cerita nyata dari perempuan baik yang disampaikan kepada siswa, menjadi metode pembelajaran efektif. Terutama cerita-cerita yang merefleksikan pengalaman di dunia nyata," katanya.

Untuk metodologinya, kata dia, menggunakan Tookit Explore Moder, yang dirancang untuk digunakan selama tiga sesi, yang dapat dilaksanakan sekali dalam seminggu, selama tiga minggu. Kegiatannya, salah satunya menonton film Girl Rising yang dapat dinikmati siswa dengan waktu ideal setiap sesi sekitar 60 menit.

Dijelaskan bahwa, program Girl Rising Movement ini merupakan pergerakan yang menggunakan metode story telling untuk menyampaikan sebuah pesan. Cikal bakal dari pergerakan Girl Rising ini dimulai dari sebuah film dengan judul sama, yang disutradarai oleh Richard E. Robbins, yang berkembang hingga saat ini di dunia pendidikan.

Sementara itu, Ketua PC Ma’arif NU Blora Masngud mengapresiasi program tersebut. Selama ini, kegiatan baru seperti itu jarang terjamah di daerah-daerah.

“Kami menyampaikan terima kasih atas komitmen pengurus LP Ma’arif Jateng yang memfasilitasi pelatihan-pelatihan untuk penguatan kompetensi guru. Harapannya, pelatihan-pelatihan yang lain harus ditingkatkan uuntuk meningkatkan kompetensi guru Ma’arif di daerah,” tandasnya. (Siedoo) 

Apa Tanggapan Anda ?