Guru Madrasah dari Jateng saat di Korsel. (foto: ist)

Internasional Kegiatan

Dari Jateng, Tiga Guru Madrasah Ikut Study Visit ke Korsel


JATENG – Tiga guru madrasah Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah (Jawa Tengah) bersama 24 guru lainnya di Tanah Air terpilih untuk mengikuti Study Visit Short Course in Seoul National University South Korea.

Mereka adalah Kepala MI Ma’arif NU Keji Ungaran Barat Kabupaten Semarang Supriyono, Guru MI Brebes Agus Triyadi dan Guru RA Muslimat NU Masyitoh 07 Pabean Kota Pekalongan Istikomah.

Dalam agenda internasional yang difasilitasi Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI tersebut dimulai 28 April hingga 5 Mei 2019 tersebut.

Keikutsertaan mereka merupakan Penghargaan dan Afirmasi Guru Berprestasi Tahun 2017 dan 2018 yang dilaksanakan oleh Direktorat GTK Madrasah Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Dr, Phil Kamarudin Amin, menyatakan fokus kegiatan study visit ini adalah memotret secara dekat materi terkait kebijakan dan implementasi pendidikan di Seoul Korea Selatan.

“Ini tidak lain dalam menghadapi Era 4.0,” jelasnya.

Pertama, General Education in South Korea bersama Kepala Diknas Seoul Korea Selatan. Kedua, Science, Technology, Engineering, Art and Math (STEAM) in Korea.

Ketiga, Multicultural Learning System. Keempat, Visit Lab School to study Media and Learning tools, focus: Preparing and digging of media and innovative learning tools according with need and local excellent. Kelima, Managing School in Korea (Management, Academic, Curriculum, and Extracurriculum). Keenam, Feedback session “Madrasah Education System in Indonesia”.

Dalam kegiatan feedback session ini dilaksanakan FGD serta presentasi dari para peserta yang dilakukan langsung dihadapan Direktur GTK Madrasah Prof. Dr. H. Suyitno, M.Ag.

“Ini dimaksudkan untuk mencari titik temu antara praktik baik pola pendidikan di Korea Selatan (Korsel) yang bisa di adaptasi dan didiseminasikan pelaksanaan di madrasah,” tandasnya.

Baca Juga :  Penerimaan Mahasiswa Baru, STAINU Siapkan Beasiswa

Dinyatakan, short course ini juga sebagai bentuk recharging semangat para guru madrasah untuk terus meningkatkan berjuang memajukan madrasah.

“Maka sudah semestinyalah para guru ini untuk menjaga bara semangat itu dan ditularkan kepada teman-teman guru madrasah di daerahnya masing-masing,” jelasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?