Daerah

Unicef Kampanyekan Pendidikan Inklusi

BREBES - Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Jawa Tengah bekerja sama dengan Badan PBB untuk Urusan Anak-Anak (Unicef) mengampanyekan pendidikan inklusi di lingkungan lembaga pendidikan tersebut. Program ini bakal menyasar lima kota/kabupaten intervensi basis madrasah inklusi. Yakni Kabupaten Banyumas (tiga madrasah), Kebumen (1 madrasah), dan Kabupaten Semarang (1 madrasah).

Sebagai persiapan, sudah digelar temu teknik di Gedung PCNU Brebes, Jalan Yos Sudarso. Koordinator kampanye pendidikan inklusi LP Ma’arif NU Jateng Sahidin mengatakan, peran NU lewat pendidikan inklusi dianggap sangat penting.

Pendidikan inklusi adalah sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan, potensi kecerdasan atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam satu lingkungan pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya.

Menurut dia, mengampanyekan pendidikan inklusi di madrasah dengan menerima anak disabilitas dan mencampurkan dengan anak normal, masih ditemukan, namun tanpa kesempatan yang sama bagi anak. Hal ini menyebabkan anak tersebut drop out.

Bahkan ada sekolah yang menerima anak disabilitas merasa senang setelah anak tersebut tidak belajar lagi di tempat mereka. Melalui program ini, semua anak mendapat kesempatan sama untuk belajar di madrasah.

Program awal adalah mengampanyekan inklusi di komunitas. Diperlukan pendataan berbasis sensus untuk anak disabilitas yang memperoleh pendidikan dan belum bersekolah.

Dalam waktu dekat LP Ma’arif akan melakukan sosialisasi dan kampanye inklusi di semua lini, agar ada komitmen kebijakan dan paham tentang pendidikan inklusi. Selain itu, hak memperoleh pendidikan bagi semua anak dijamin, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. (Siedoo/NSK)

Apa Tanggapan Anda ?