The Hong Kong Polytechnic University ikuti program International Service-Learning bersama UKDW. foto : Humas

Internasional

Kerjasama Internasional, Upaya Mengenali Pola Komunikasi Masyarakat Desa


YOGYAKARTA - The Hong Kong Polytechnic University menjalin kerjasama dengan kampus UKDW Yogyakarta. Rektor UKDW, Ir. Henry Feriadi, M.Sc., Ph.D, nengapresiasi atas terjalinnya kembali hubungan kerja sama yang dulu pernah dirintis dengan melakukan kegiatan International Service-Learning (ISL) secara bersama-sama, antara mahasiswa UKDW dan mahasiswa The Hong Kong Polytechnic University di Desa Kebonharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo.

"UKDW selalu terbuka untuk melakukan kerja sama dalam bentuk apapun dengan mitra perguruan tinggi luar negeri. Seperti kerjasama yang terjalin dalam 3-4 tahun terakhir ini dengan Hanseo University-Korea dan Australian National University (ANU)-Australia," kata rektor.

Program International Service-Learning merupakan bentuk kerja sama dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UKDW dengan mahasiswa The Hong Kong Polytechnic University yang dilaksanakan pada akhir Juni 2019. Program ini diikuti 19 mahasiswa The Hong Kong Polytechnic University yang didampingi oleh empat supervisor dan tiga mahasiswa pendamping.

“Disamping KKN Reguler, pada tahun 2019 ini UKDW juga melaksanakan KKN Tematik Luar Jawa yaitu KKN Tematik Toba Samosir di Provinsi Sumatera Utara, KKN Tematik Buton Utara di Provinsi Sulawesi Tenggara dan KKN Tematik Sumba Tengah di Provinsi Nusa Tenggara Timur,” jelasnya.

Sebelum para mahasiswa tersebut diterjunkan ke lokasi ISL, para mahasiswa dibekali pengetahuan terkait kondisi lokasi, potensi wilayah, dan kearifan budaya lokal Desa Kebonharjo, Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulon Progo.

Selain itu, para mahasiswa juga dibekali materi terkait pengenalan Bahasa Indonesia dan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari, kaidah, norma serta etika masyarakat dalam berkomunikasi dan bersosialisasi.

Harapannya para mahasiswa yang mengikuti program ISL ini dapat mengenal pola-pola atau kebiasaan komunikasi masyarakat desa yang lazim terjadi di dalam kerangka budaya masyarakat jawa. Sehingga, tidak terjadi shock culture. 

Selain itu, peserta program ISM juga diajak untuk mengikuti culture exposure ke obyek wisata bersejarah. Diantaranya Kraton Yogyakarta, Tamansari, dan Candi Borobudur.

Adapun lokasi pelaksanaan program ISL ini meliputi wilayah Pedukuhan Pelem, Gebang, dan Gowok, Desa Kebonharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo. Ketua LPPM dr. The Maria Meiwati Widagdo, Ph.D menyebutkan bahwa kegiatan ISL ini merupakan awal kerja sama yang sangat baik antara LPPM UKDW dan The Hong Kong Polytechnic University.

Untuk mahasiswa UKDW yang menjadi peserta KKN ini berasal dari sembilan Program Studi (Prodi) di lingkungan UKDW. "Mahasiswa sangat diharapkan mampu menghadirkan berbagai alternatif solusi terbaik di tengah masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan sekaligus belajar tentang kearifan lokal masyarakat dalam mengatasi permasalahan tersebut,” tambahnya.

Subject Leader The Hong Kong Polytechnic University, Pang Chui Ping Phyllis menyampaikan rasa terima kasihnya atas kesempatan bekerjasama dengan LPPM UKDW dalam bentuk pelaksanaan ISL di Kabupaten Kulon Progo. Dalam kesempatan ini Pang Chui Ping Phyllis atas nama The Hong Kong Polytechnic University juga menyerahkan sumbangan buku-buku referensi untuk melengkapi koleksi buku referensi di Perpustakaan UKDW yang secara simbolis diterima oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Riset dan Inovasi, Dr. Charis Amarantini, M.Si. (Siedoo) 

Apa Tanggapan Anda ?
Banner Hari KORPRI