Siswa - siswi mengikuti kegiatan belajar mengajar yang berbeda dari biasanya. Mereka menjalankan program bimbingan keaktifan sosial, dengan cara mengunjungi mall.

Daerah

Ketika Siswa Disabilitas Intelektual Kunjungi Mall

SMK Muhammadiyah 2 Muntilan

MAGELANG – Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita (BBRSBG) Kartini Temanggung, Jawa Tengah melangsungkan acara yang berbeda dari biasanya. Tidak hanya berkegiatan di dalam ruang kelas semata, tetapi juga di luar ruang kelas.

Pendidik mengadakan bimbingan keaktifan sosial di Artos Mall, Magelang, Jawa Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh 51 siswa dengan 16 pendamping.

Sartono, Kepala Seksi Bimbingan Sosial BBRSBG Kartini Temanggung menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya dilakukan satu hari saja. Masih ada dua kloter lagi yang akan dilaksanakan pada 12 & 13 Oktober 2017. Jika ditotal, bimbingan keaktifan sosial ini diikuti 151 siswa dan 42 pendamping.

“Untuk siswa yang mengikuti kegiatan ini berusia minimal 15 tahun dan maksimal 35 tahun. Mereka berasal dari berbagai daerah, yang terjauh berasa dari Papua,” jelas Sartono.

BBRSBG Kartini Temanggung merupakan Unit Pelaksana Teknis Kementerian Sosial RI yang bertugas memberikan pelayanan rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas intelektual. Selain menyediakan kelas, BBRSBG Kartini juga menyediakan panti bagi penyandang disabilitas intelektual dari seluruh Indonesia.

Wiwit Setyowati, pekerja sosial pertama menjelaskan bahwa bimbingan keaktifan sosial ini bertujuan untuk mengaplikasikan hasil bimbingan fisik, mental, sosial, maupun keterampilan. Tujuannya agar siswa-siswi memperoleh pengalaman secara nyata melalui kegiatan yang diikutinya. Selain itu, kegiatan ini bertujuan juga untuk meningkatkan pengetahuan umum praktis fungsional.

“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan siswa bisa belajar mengenal lingkungan sekitar. Sehingga, ketika lulus nanti, siswa sudah siap berbaur dengan masyakat umum. Waktu pembinaan siswa mulai dari 3 tahun hingga 4 tahun,” terang Wiwit.

Dengan didampingi pihak manajemen Artos Mall dan pendamping, para siswa belajar mengenal transaksi jual beli. Mulai dari siswa memilih barang hingga membayar di kasir. Selain itu, siswa juga diperkenalkan dengan fasilitas umum yang ada. Seperti travelator, eskalator, lift, toilet, hingga tempat parkir.

Tampak para siswa antusias mengikuti kegiatan. Hal ini karena kegiatan seperti itu pertama kalinya mengunjungi Mall.

Sementara itu, Dian Indri Cahyani, Public Relation Artos Mall mengatakan bahwa Artos Mall sangat terbuka untuk bekerjasama dengan pihak luar. Terutama apabila menyangkut edukasi.

“Kedepannya Artos Mall akan mengajak balai rehabilitasi sosial lain, maupun sekolah luar biasa yang berada di wilayah Magelang. Itu untuk mengadakan kegiatan serupa di Artos Mall,” kata Dian.

Apa Tanggapan Anda ?