Nasional

Enam Pendekatan Bertahap untuk Dosis Obat Pasien Gagal Ginjal

MAGELANG - Pasien penderita gagal ginjal terdiri dari 3 macam, yaitu penyakit gagal ginjal akut, kronis, dan pasien yang memperoleh donor ginjal. Dalam penanganan kasus gagal ginjal, pasien harus mendapatkan obat secara bertahap dan menggunakan beberapa pendekatan.

“Terdapat 6 pendekatan bertahap untuk menyesuaikan dosis obat bagi pasien dengan insufisiensi ginjal," kata Prof. Weerachai Chaijamon seorang ahli di bidang farmasi klinis yang menekuni farmakoteraphy pada pasien gagal ginjal, dari Siam University Thailand.

Ia menyampaikan itu saat Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UM Magelang), Jawa Tengah mengadakan kuliah tamu dengan tema “Antibiotics Dosing In Patient Receiving Renal Replacement Theraphy” di Gedung Rektorat Lantai 3 Kampus 2 UM Magelang.

Adapun enam pendekatan bertahap untuk menyesuaikan dosis obat bagi pasien dengan insufisiensi ginjal, pertama, memperoleh riwayat dan informasi mengenai demografis/ klinis yang relevan. Kedua, memperkirakan pembersihan keratin. Ketiga, meninjau penggunaan obat yang sedang dikonsumsi oleh pasien. Keempat, menghitung regimen pengobatan saat ini.

"Kelima, monitor efek penggunaan obat, keenam merevisi regimen,” jelasnya.

Materi kuliah umum yang disampaikan dalam Bahasa Inggris tersebut mendapat perhatian serius dari peserta. Hal tersebut terlihat dari banyaknya mahasiswa yang antusias memberikan pertanyaan maupun tanggapan  bagi pemateri.

Ketua Panitia pelaksana Setiyo Budi Santoso, M. Farm., Apt. mengatakan bahwa kuliah tamu diadakan sebagai bentuk pengayaan mahasiswa serta dalam rangka meningkatkan kompetensi mahasiswa Farmasi UM Magelang.

“Dalam sebuah tim penanganan pasien gagal ginjal, farmasi merupakan seseorang yang tahu bagaimana reaksi obat di dalam tubuh. Oleh karenanya penting kita mengetahui penghitungan dosis yang tepat agar tidak terjadi overdoses pada seorang pasien,” jelas Budi.

Lebih lanjut Budi berharap baik dosen maupun mahasiswa dapat mengambil manfaat dari adanya kegiatan ini. Bagi mahasiswa harapannya dapat memiliki wawasan yang luas, utamanya wacana farmakologi di tingkat global.

"Sedang bagi dosen, dengan adanya kuliah tersebut dapat menjadi evaluasi terkait materi yang diajarkan kepada mahasiswa masih relevan atau tidak,” ungkapnya.

Kegiatan yang diikuti 142 itu terdiri dari mahasiswa semester 2 dan 4. Kegiatan ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dan foto bersama. (Siedoo) 

Apa Tanggapan Anda ?