Universitas Muhammadiyah Magelang.

Daerah

Mahasiswa Sulap Daun Menjadi Gel Penyembuh Luka


MAGELANG – Mahasiswa fakultas kesehatan Universitas Muhammadiyah Magelang (UM Magelang), Jawa Tengah berhasil mewujudkan gel penyembuh luka dari bahan tradisional. Penelitian ini menggunakan bahan utama dari getah daun pisang.

Gagasan kreatif ini dituangkan dalam penelitian yang berjudul Gelek Usang (Gel Estrak Daun Pisang) yang diajukan dalam PKM Dikti Tahun 2016. Proposal ini kemudian dinilai baik oleh dewan juri sehingga dapat lolos sebagai penerima pendanaan Dikti. Mahasiswa berhasil mewakili UM Magelang dalam Pimnas Invesment Summit (PIS) dalam ajang Pimnas yang diselenggarakan pada tahun lalu.

Pada ajang tersebut, gel yang diberi label Paradise tersebut mendapatkan sambutan yang cukup positif. Terutama dari kalangan dokter yang juga turut hadir.

“Banyak stakeholders terutama para dokter yang tertarik dan berminat untuk memesan Paradise ini. Namun, kami masih harus menyempurnakan lagi produk ini,“ jelas Olga, Ketua Tim Penelitian.

Selain Olga, terdapat beberapa mahasiswa yang juga turut terlibat dalam penelitian tersebut. Diantaranya Anggita Verdani, Nurkholis Ashari, Nugroho Purwojati, dan Hidayatul Khoirini.

Pada tahun ini, mereka berfokus pada penelitian lanjutan yang  dilakukan untuk  mengetahui efektivitas zat aktif pada daun pisang, yang dibuat sediaan gel sebagai penyembuh luka gores dibawah bimbingan Tiara Mega Kusuma MSc Apt. Penelitian lanjutan ini berhasil lolos dan mendapatakan pendanaan kembali dari Dikti.

Proses penelitian yang dilakukan para mahasiswa berawal dari proses pemilihan daun pisang, proses simplisia atau pengeringan daun, proses ekstraksi, proses pembuatan sediaan dan yang terakhir adalah proses evaluasi sediaan untuk membuat tolak ukur pada hasil penelitian. Kemudian pada tahap akhir pengujian gel dilakukan pada manusia untuk mengetahui apakah gel tersebut mengiritasi kulit manusia atau tidak.

Dia berharap, penelitian tersebut dapat bermanfaat dan dikembangkan sebagai obat luka yang besifat herbal. Hal ini karena obat luka herbal masih sangat minim di Indonesia yang alamnya sangat kaya akan tumbuhan yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.

Olga juga mengatakan bahwa saat ini  timnya sedang mengurus hak cipta dari gel Paradise. Sehingga, dapat diproduksi secara masal dan sesuai dengan standarisasi serta ketentuan yang berlaku.

“Kami juga berharap agar proposal ini dapat lolos ke Pimnas ke-30 yang akan diadakan di Makasar tahun ini,” kata Olga.

Apa Tanggapan Anda ?