Daerah

Mahasiswa Praktekkan Metode Triage Pertolongan Gawat Darurat

MAGELANG - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang, Jawa Tengah mempraktekkan keterampilan dalam evakuasi korban kebakaran gedung dan evakuasi kecelakaan transportasi. Hal itu dilakukan saat Pelatihan Penanggulangan Gawat Darurat (PPGD) Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UM Magelang bertepatan gladi simulasi PPGD di Lapangan Pandansari, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

Peserta gladi simulasi adalah mahasiswa Program Studi D3 dan S1 Keperawatan UM Magelang. Sebanyak 128 mahasiswa Fikes UM Magelang berperan aktif dalam kegiatan gladi simulasi tersebut. Mereka berperan sebagai tim medis, relawan kebencanaan, serta korban kecelakaan. Masing-masing mahasiswa melakukan simulasi dengan serius.

Bentuk evakuasi korban dengan metode Triage Pertolongan Gawat Darurat. Triage merupakan metode khusus untuk mengidentifikasi korban dengan cedera yang mengancam jiwa yang selanjutnya diberikan prioritas perawatan atau evakuasi ke fasilitas kesehatan.

Pada metode Triage, dikelompokkan berdasarkan Tag Label, yaitu Prioritas Nol (Hitam), Prioritas Pertama (Merah), Prioritas Kedua (Kuning), serta Prioritas Ketiga (Hijau). Pada prioritas nol, adalah pasien meninggal atau cedera parah yang jelas tidak mungkin untuk diselamatkan.

Prioritas Pertama (Merah), yakni penderita cedera berat dan memerlukan penilaian cepat dan tindakan medik atau transport segera untuk menyelamatkan hidupnya.

“Misalnya penderita gagal nafas, henti jantung, luka bakar berat, pendarahan parah dan cedera kepala berat,” kata Ns. Sigit Priyanto, M.Kep, ketua panitia kegiatan.

Prioritas Kedua (Kuning), yakni pasien memerlukan bantuan, namun dengan cedera dan tingkat yang kurang berat dan dipastikan tidak akan mengalami ancaman jiwa dalam waktu dekat. Misalnya cedera abdomen tanpa shock, luka bakar ringan, fraktur atau patah tulang tanpa shock dan jenis-jenis penyakit lain.

Prioritas Ketiga (Hijau) yakni pasien dengan cedera minor dan tingkat penyakit yang tidak membutuhkan pertolongan segera serta tidak mengancam nyawa dan tidak menimbulkan kecacatan.

Nah mungkin anda masuk dalam kategori yang ini. Jadi jangan marah-marah dan jangan heran kenapa anda tidak langsung mendapatkan perawatan di Ruang UGD, sementara mereka harus menolong pasien lain yang lebih parah,” ungkap Sigit, Kaprodi S1 Keperawatan UM Magelang ini.

Melalui kegiatan gladi simulasi PPGD ini diharapkan mahasiswa mampu memahami secara nyata tentang penanganan dan urgensi kegawatdaruratan.

"Selain itu juga agar peserta mampu menerapkan prinsip Triage Pertolongan Gawat Darurat," jelas Sigit. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?