Kegiatan menarik dan mendidik untuk Masa Orientasi Siswa (MOS). ilustrasi: remajasampit.blogspot.com

Opini

Persiapkan Kegiatan MOS yang Menarik dan Mendidik

DPRD Kota Magelang

Siedoo, Usai masa penerimaan peserta didik baru baru (PPDB), akan disusul dengan kegiatan orientasi. Kegiatan dalam Masa Orientasi Siswa (MOS) bahkan dilakukan di semua jenjang, mulai TK hingga SMA/SMK. Harapan semua pihak terkait, MOS diisi dengan kegiatan yang menarik dan mendidik, bukan justru yang menyeramkan.

Sudah banyak peristiwa memilukan terjadi setiap tahun, yang memakan korban saat kegiatan MOS. Hal itu diharapkan tidak terulang lagi dengan mempersiapkan sejak awal kegiatan MOS yang menarik dan edukatif.

Lalu bagaimana menciptakan kegiatan MOS yang menarik sekaligus mendidik itu? Nah, berikut beberapa tips dalam merancang kegiatan MOS untuk dilaksanakan di masing-masing sekolah.

1. Pastikan Tujuan Kegiatan MOS

Masa orientasi merupakan masa transisi, mengenal, dan beradaptasi dari seorang siswa terhadap kehidupan sekolah barunya. Di sini perlu ditandaskan mengenai kebiasaan dan aturan-aturan di sekolah yang bersangkutan.

Kegiatan MOS harus banyak menyampaikan visi dan misi sekolah serta kegiatan yang akan dilakukan. Siswa baru dipahamkan akan semua hal terkait sekolah dan kegiatan meningkatkan prestasi sekolah.

2. Bentuk Panitia Teladan dan Bertanggungjawab

Hal pertama yang harus dilakukan adalah membentuk mental kepanitiaan dengan menanamkan kembali tujuan utama kegiatan orientasi. Panitia harus sadar dan tahu bahwa tujuan kegiatan orientasi membantu mengenalkan sekolah kepada siswa baru.

Sehingga tidak ada alasan bagi para senior untuk balas dendam kepada juniornya (siswa baru). Pihak sekolah (bersama pengurus OSIS di sekolah lanjutan) menentukan personal-personal yang akan terlibat dalam MOS, yang memiliki teladan dan bertanggungjawab.

3. Pilih Materi Bermanfaat

Materi yang diberikan panitia untuk siswa baru wajib fokus pada akademik dan nonakademik. Seperti pemahaman visi dan misi sekolah, peraturan sekolah, kegiatan akademik, kegiatan nonakademik, ekstrakurikuler, ajang prestasi, sampai pada kebiasaan kehidupan sekolah.

Perlu juga diinformasikan mengenai pembagian kelas, guru-guru yang akan mengajar, kakak kelas OSIS, serta letak berbagai fasilitas sekolah. Hindari pemakaian atribut yang tak wajar, seperti topi kukusan nasi, besek, ransel tas plastik, atau muka coreng-moreng.

Bila kegiatan dilakukan berkelompok, gunakan nama kelompok dengan nama-nama pahlawan. Sehingga, ada kebanggan dan tertanam jiwa patriotisme dan nasionalisme mereka.

4. Batas Ketegasan

Ketegasan dari panitia itu penting. Siswa baru harus digembleng agar mau mengikuti peraturan. Namun, bentuk ketegasan panitia tidak boleh melebihi batas kewajaran, seperti mendorong secara kasar, pemukulan, atau melakukan sesuatu apapun yang bisa membahayakan keselamatan juniornya.

Membuat aturan berarti membentuk disiplin siswa baru pada kegiatan orientasi. Sehingga, yang diutamakan adalah ketegasan dalam hal kedisiplinan, hal ini sangat penting diperhatikan.

5. Monitoring Pihak Sekolah

Meskipun sudah dibentuk kepanitiaan, namun pihak sekolah harus tetap mengawasi jalannya kegiatan. Sehingga, monitoring MOS oleh pihak sekolah sangat diperlukan secara intensif.

Pihak sekolah juga harus tahu karakter dan perkembangan orientasi siswa baru. Sehingga wajib menegur bila panitia melebihi melakukan tindakan di luar batas kewajaran.

6. Tindak Lanjut

Setelah berakhirnya MOS, panitia perlu melakukan tindak lanjut kegiatan tersebut. Hal ini akan bermanfaat sebagai koreksi untuk kegiatan orientasi pada tahun mendatang dan berefek pula pada pola pemikiran siswa baru terhadap tugas dan tanggung jawab sebagai siswa di sekolah tersebut. (*)

 

 

*Yayan Rusyanto
Pemerhati pendidikan tinggal di Cilacap, Jawa Tengah.

 

Apa Tanggapan Anda ?
Dirgahayu RI Kota Magelang