Rektor ITS Prof Mochamad Ashari (kiri) bersama Bupati Lumajang Thariqul Haq saat berdiskusi perihal rencana penerapan smart city di Kabupaten Lumajang. foto : Humas ITS

Daerah

Lumajang Ajak ITS untuk Berkolaborasi


SURABAYA – Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur merangkul Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebagai mitra pengembangan teknologi tepat guna di Lumajang. Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng mengatakan bahwa ITS siap menyambut ajakan Lumajang untuk membangun daerah.

“ITS memiliki banyak program yang sesuai dengan cita-cita pengembangan daerah Lumajang ini,” katanya.

Hal itu disampaikan rektor saat menerima kunjungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, di Gedung Rektorat ITS. Dalam kunjungan tersebut, disebutkan bahwa ITS siap membantu Pemkab Lumajang dalam memajukan daerahnya. Langkah selanjutnya, kedua pihak akan duduk bersama untuk merumuskan kerja sama dan Memorandum of Understanding (MoU) lebih lanjut.

Bupati Lumajang, Thariqul Haq, menyebutkan bahwa meskipun tergolong kabupaten tingkat sedang, Kabupaten Lumajang memiliki banyak potensi. Ia berharap potensi-potensi yang ada dapat dioptimalkan dengan sentuhan teknologi.

Oleh karena itu, kunjungan ini dimaksudkan untuk merangkul ITS sebagai mitra pengembangan teknologi tepat guna di Lumajang. Ada beberapa hal yang diharapkan oleh Thariq, sapaan akrab pejabat ini, untuk dapat berkolaborasi dengan ITS. Salah satunya terkait pengembangan smartcity.

Ia memaparkan bahwa Lumajang memiliki industri penambangan pasir sebagai pemasukan yang cukup besar lewat sumber daya alam. Sayangnya, menurut Thariq, Kabupaten Lumajang masih mengalami kesulitan dalam memonitoring kegiatan tersebut.

Lewat kolaborasi dengan ITS terkait smartcity, ia berharap pengambilan data penambangan di lapangan dapat dilakukan dengan akurat.

“Sehingga kami dapat memonitori dan mengetahui secara pasti lalu lintas pasir yang keluar dari Lumajang,” lanjutnya.

Selain itu, ia juga menginginkan adanya kolaborasi dalam hal pemanfaatan teknologi tepat guna dalam meningkatkan nilai jual sektor pertanian di Lumajang. Sektor lain seperti tata kelola kota, sampah, pariwisata serta pengembangan sumber daya manusia turut diperbincangkan terkait ranah kolaborasi Lumajang  ITS ini.

Baca Juga :  Angkat Kearifan Lokal, Dolanan Kampung Dihidupkan Kembali

“Intinya kami ingin ITS menjadikan Lumajang sebagai laboratoriumnya,” ungkap Bupati Lumajang yang baru menjabat sejak 2018 lalu ini.

Sebelumnya ITS telah membantu Kabupaten Lumajang dalam bidang tata kelola lahan lewat kolaborasi dengan Departemen Teknik Geomatika dan Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITS. (Siedoo) 

Apa Tanggapan Anda ?