Advertorial Daerah

KBTK IT Asy Syaffa Gelar Parenting Sekaligus Beri Penghargaan ke Penghafal Juz 30

MAGELANG  - Kelompok Bermain (KB) Taman Kanak – kanak (TK) Islam Terpadu (IT) Asy Syaffa 1 Kota Magelang, Jawa Tengah melaksanakan seminar parenting sekaligus pembagian laporan hasil belajar semester 1 di Aula Manggala Hesti RST Soerojo Magelang belakangan ini.

Ada yang berbeda dari parenting kali ini, dua anak dari kelompok B mendapatkan sertifikasi hafalan juz 30. Mereka adalah Hunaifa Zahra dan Fathan Al Maizan Zafar. Penghargaan diberikan kepada kedua orangtuanya yang bersinergi membimbing putra - putrinya di rumah.

“Ternyata kerja sama orang tua dengan pihak sekolah itu memang mempunyai peran penting untuk mendukung suksesnya program sekolah,” kata Waka Kesiswaan KBTK IT  Asy Syaffa 1 Kota Magelang, Indayani, S.Pd.

Ditambahkannya, pihak sekolah mempunyai program andalan hafalan juz 30 harus selesai. Hal tersebut tidak akan bisa terwujud, jika pihak orang tua ikut tidak mendukung.

Adanya dua anak yang mampu hafal juz 30 pada semester satu, merupakan suatu hal yang diluar dugaan.

Mashaallah, di semester satu, tiga bulan pertama sudah ada yang selesai. Kami sampaikan, mohon kerja samanya mendukung program tahfid kami. Sebenarnya bukan untuk menjual sekolah dan bukan marketing, tetapi kami hanya ingin menjadi wasilah bunda – bunda semuanya yang ingin putra putrinya menghafal juz 30 sampai selesai,” jelasnya.

Penghargaan tersebut diharapkan mampu memotivasi anak dan orang tua untuk menjadi shohibul Quran.

Salah satu wali murid Nisa Nur Fauziahl, S.Psi menyampaikan, sejauh ini kerja sama antara sekolah dengan wali murid sudah cukup berjalan baik.

“Saya mengikuti yang ada di sekolah, misalnya di sekolah terdapat suatu hafalan, di rumah saya mengulanginya. Setelah juz 30 sudah hafal semua, saya buatkan jadwal. Jadi selama dua pekan, semua surat juz 30 yang sudah hafal itu harus diulang – ulang,” urai wali murid dari Hunaifa Zahra tersebut.

Dirinya mengaku, mempunyai rencana ketika beranjak besar anaknya akan dimasukkan ke pondok pesantren atau sekolah booarding school. Alasannya, agar lingkungan dan pergaulan anaknya lebih terjaga.

Pada parenting yang Bertemakan “Ayah Bunda Hebat, Ananda Hebat” tersebut menghadirkan Fuzna Marzuqoh, CH, SH, MNLP, seorang motivator dari kota setempat.

Motivator nasional tersebut menyampaikan, anak yang hebat dimulai dari ayah dan bunda yang hebat pula. Pendidikan anak akan berhasil, jika ada kerja sama yang baik dari orangtua, sekolah dan lingkungan. Menjadikan anak hebat diawali dari pendidikan orang tua di rumah.

“Anak akan meniru sikap dan perilaku orangtua, untuk itu orangtua harus menjadi teladan bagi anak dalam bertindak. Children are good imitator So give them something great to imitat,” terang Fuzna.

Orang tua dapat mengawalinya dari diri sendiri, dengan mengolah rasa (soul), pikiran (mind), dan tubuh (body). Ketiga komponen tersebut akan berpengaruh positif jika dikelola dengan baik dan seimbang.

"Perbaiki kualitas hubungan dengan Allah, suami, istri, anak-anak, maka Allah akan memperbaiki dan memudahkan segala urusan," tandasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?