Nasional

Poster Keseteraan Gender untuk Membangun Desa

Siedoo, Menurut Badan Pusat Statistik pada tahun 2018 jumlah persentase desa tertinggal masih mendominasi. Keadaan ini disebabkan karena masih sedikitnya sumber daya manusia di desa yang mampu mengelola layanan berbasis teknologi informasi. Tak hanya itu, permasalahan gender dan diskriminasi terhadap wanita masih mengakar di masyarakat desa.

“Akhirnya penduduk wanita di desa kurang memiliki kesempatan untuk berkontribusi terhadap perkembangan desa,” kata Fian Awamiry Maulana, salah satu mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur.

Ia menyampaikan itu berkaitan dengan program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendibudristek) Merdeka Belajar - Kampus Merdeka (MBKM). Tidak dipungkiri program ini memberi kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk berkembang.

Guna untuk meningkatkan antusiasme mahasiswa terhadap program tersebut, khususnya Kuliah Kerja Nyata (KKN), tim mahasiswa ITS membuat poster digital yang digarap dengan apik untuk membangun desa tertinggal melalui kesetaraan serta pemerataan peran gender.

Sesuai dengan tema Divisi Poster Digital Menginspirasi Revitalisasi Peran Gender dalam Mengimplementasikan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka Menuju Indonesia Bangkit Berkompetensi Abad 21, tim bernama GenTech ini menggambarkan adanya dua pasang mahasiswa dan mahasiswi yang sedang melakukan pekerjaan.

Fian Awamiry sebagai Ketua tim menjelaskan, pada pasangan pertama si mahasiswa memberikan kunci Inggris kepada mahasiswi. Ilustrasi ini menunjukkan adanya equality, yang berarti semua orang memiliki kesempatan yang sama dalam berkontribusi terhadap pembangunan.

Dengan memiliki kesempatan yang sama. Perempuan dan laki-laki akan bisa saling tolong-menolong saat masing-masing membutuhkan.

Pasangan yang kedua, terlihat seorang mahasiswa yang menarik katrol, sedangkan seorang mahasiswi sedang mengetuk palu. Rupanya, pesan yang ingin disampaikan di sini adalah equity, yang berarti pengalokasian alat bantu harus sesuai pada porsi masing-masing.

Baca Juga :  ITS Total Terima 6.619 Mahasiswa Baru dari Lima Jalur

“Karena seperti yang diketahui, secara biologis laki-laki dan perempuan memiliki kemampuan fisik yang berbeda,” beber Fian.

Pada poster ini, tim GenTech menginginkan kegiatan pembangunan desa yang bisa dilakukan lewat KKN oleh mahasiswa mampu menerapkan kesetaraan serta pemerataan gender. Dengan menerapkan hal tersebut, penduduk perempuan di desa bisa terpacu untuk berkontribusi lebih jauh terhadap perkembangan desa.

Tak hanya itu, penduduk laki-laki pun bisa belajar untuk memberikan kesempatan yang sama kepada para perempuan agar bisa ikut serta dalam perkembangan desa.

Akibatnya, dengan adanya kesetaraan dan pemerataan gender maka progres sebuah desa untuk bisa berkembang menjadi desa cerdas akan jauh lebih pesat. Diawali dengan para mahasiswa yang menjalankan KKN dengan penerapan teknologi dalam mengolah lingkungan, penduduk desa akan sedikit demi sedikit mencontoh.

Dengan begitu, perubahan yang terjadi tidak hanya dari segi materi, namun juga dari segi mental serta budaya sosial. Poster Digital ini digarap oleh empat orang mahasiswa, yakni Rohmawati Dwi Anggreini, Muhammad Akmal Rishwanda, Zahra Fayyadiyati, dan diketuai oleh Fian Awamiry Maulana.

Atas bimbingan dosen Siska Arifiani SKom MKom, timnya berhasil mengalahkan 888 tim lainnya hingga mendapat Juara Harapan pada ajang Lomba Inovasi Digital Mahasiswa 2021 (LIDM 2021) yang diadakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), beberapa pekan lalu. (*)

Apa Tanggapan Anda ?